Orang yang Mengaku Oknum MBG Rugikan Petani Pisang di Metro, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

kulit buah pisang
manfaat kulit buah pisang (AI)
0 Komentar

RADARGARUT– Seorang pedagang buah di Kota Metro, Lampung, nyaris menanggung kerugian hingga Rp2,1 juta. Imam Mustofa (35) harus menghadapi pembatalan mendadak pesanan 14 peti pisang cavendish yang diklaim untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandar Lampung.

Kejadian ini terjadi ketika seluruh stok sudah siap dikirim, sementara pisang sebagai komoditas mudah rusak tidak bisa disimpan lama setelah proses pematangan.

Kisah bermula pada 29 Juli 2026. Seseorang bernama Effendi menghubungi Imam untuk menanyakan ketersediaan pisang cavendish. Sehari kemudian, Effendi memastikan pesanan sebanyak 14 peti dengan nilai total sekitar Rp2,1 juta.

Baca Juga:Kebakaran Capai 176 Hektare, Seluruh Pintu Masuk Gunung Bromo Ditutup Total Mulai Sabtu MalamDisdamkarmat Garut Tangani 7 Titik Kebakaran Lahan dalam Sehari, Mayoritas Dipicu Sisa Pembakaran Sampah

Ia mengaku pesanan itu ditujukan ke salah satu dapur MBG di Bandar Lampung. Bagi Imam yang sudah terbiasa memasok buah ke sejumlah dapur, permintaan tersebut terasa wajar. Ia langsung memesan pisang dari pemasok agar stok tersedia tepat waktu.

Masalahnya, pisang cavendish tidak bisa disiapkan secara mendadak. Buah ini membutuhkan proses pematangan beberapa hari agar kualitasnya sesuai.

“Kalau pisang cavendish itu tidak bisa mendadak. Harus dipesan beberapa hari sebelumnya karena ada proses pematangan. Begitu barang datang, saya juga tidak bisa membatalkannya lagi,” kata Imam.

Begitu pisang mulai matang, kualitasnya akan terus menurun. Berbeda dengan barang yang memiliki daya simpan panjang, pisang harus segera dijual agar tidak merugi.

Jadwal pengiriman semakin dekat. Seluruh 14 peti sudah siap. Namun pada Minggu sore menjelang pengiriman, Effendi mengirim pesan. Pesanan dibatalkan karena dapur MBG tujuan disebut sedang terkena suspend.

Imam sempat ditahan untuk menjual pisang ke pihak lain karena Effendi berjanji akan mengalihkan pesanan ke dapur MBG lain. Ia menunggu sekitar dua hari, tapi kepastian tidak pernah datang.

“Dia bilang akan mencarikan lemparan ke dapur lain. Tapi sampai batas waktu yang dijanjikan tidak ada kepastian. Sementara kalau ditunda sehari saja, kualitas pisang sudah mulai menurun dan saya tidak berani menjamin kondisinya,” ujarnya.

Baca Juga:Amnesty Desak Setop Program MBG: Ratusan Anak Keracunan, Sistem Gagal Lindungi Kesehatan SiswaPolisi Garut Gerebek Gudang Miras di Cibatu, 308 Botol Berbagai Merek Diamankan

Rasa curiga mulai muncul. Imam memutuskan datang langsung ke lokasi yang disebut sebagai tujuan pengiriman, di kawasan belakang Mall Kartini, Bandar Lampung. Di sana, ia melihat aktivitas dapur masih berjalan normal. Banyak ompreng terlihat.

0 Komentar