GARUT — Upaya memperkuat ekosistem usaha dan membuka akses investasi di Kabupaten Garut diwujudkan melalui Sawala Usaha Garut 2026 – Business Matching Wirahebat yang digelar di Grand Ballroom Hotel Santika Premiere Garut, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Bangun Kolaborasi Hebat dan Berkelanjutan dari Garut untuk Indonesia”, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 pengusaha dari Garut dan luar Garut, serta menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai unsur, di antaranya Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Kepala DPMPTSP Garut Budi Gan Gan Gumilar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Hendra Siswara Gumilang, Direktur HIPMI Investment Hub HIPMI Jabar M. Mulki Nurhalim, General Manager Wakaf Salman Aji Abriansyah, Perwakilan Venture Capital dari Singapura Samsul Ramdani Apriansah dan berbagai investor lainnya yakni dari PT Next Commerce, PT Nurani Ragam Indonesia, PT Sinergi Entertainment Indonesia dan PT Tumbuh Bersama Di Bandung.
Selain itu, forum ini mempertemukan sekitar 25 diaspora Garut dengan 25 pelaku usaha Wirahebat yang telah dikurasi untuk membuka peluang kerja sama dalam berbagai bentuk, mulai dari investasi, akses modal, distribusi, perluasan pasar hingga kolaborasi bisnis.
Baca Juga:Terdeteksi Blue Fire, Akses Wisatawan di Gunung Papandayan Dibatasi​Bukan Sekadar Konser! "Suara Guntur" Padukan Musik, Kepedulian Lingkungan, dan Edukasi di Kaki Gunung Guntur
Dalam kegiatan tersebut, tercatat total nilai investasi sebesar Rp20.760.350.000 atau sekitar Rp20,7 miliar dari para investor yang hadir.
Wabup Putri: Perbanyak Pengusaha dan Peluang Ekonomi di Garut
Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menekankan bahwa Business Matching Garut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai forum untuk mempertemukan investor dan pelaku usaha.
Menurutnya, pertemuan tersebut juga perlu menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih memiliki sejumlah proyek dan persoalan yang dapat dibuka untuk kerja sama maupun kolaborasi dengan investor.
“Teman-teman pengusaha yang baru hadir hari ini, kita masih ada beberapa tawaran, beberapa project kolaborasi terkait dengan urusan-urusan di Garut yang hari ini belum selesai,” ujar Putri Karlina.
Putri Karlina juga berharap para investor tidak hanya membawa modal finansial, tetapi turut memberikan pengalaman, wawasan, maupun gagasan yang dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Garut.
