RADARGARUT– Industri kesehatan hewan Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo), anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), resmi melepas pengiriman ekspor perdana produk vaksin hewan unggas ke benua Afrika.
Langkah strategis ini mencakup empat negara tujuan, yaitu Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi, dengan nilai transaksi awal mencapai USD 106.875 atau sekitar Rp1,9 miliar.
Ekspansi ini mempertegas kualitas dan daya saing produk farmasi veteriner dalam negeri yang mampu memenuhi standar kualitas dunia. Tidak hanya memperluas jangkauan pasar, langkah ini juga menjadi tonggak penting dalam penyediaan solusi pencegahan wabah penyakit unggas bagi peternak di wilayah Afrika.
Baca Juga:ABK Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Ditemukan Berjarak 340 KmPuluhan Ribu Buruh Turun ke Jalan Tegaskan Aksi Damai Tanpa Muatan Politik
10 Varian Vaksin Unggulan Dikirim ke Afrika
Pada pengapalan perdana ini, Vaksindo mengekspor 10 jenis produk vaksin unggulan yang dirancang khusus untuk menangani berbagai ancaman penyakit endemik pada unggas. Rangkaian produk yang dikirimkan meliputi:
Vaksimune NDL IB PlusVaksimune IBH DuoVaksimune ND InaktifVaksimune ND Inaktif 0,1Vaksimune Coryza LEVaksimune ND Clone IBVaksimune IBD DVaksimune PoxVaksimune NDHVVaksimune ND LS IB
Penyakit-penyakit seperti Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), Coryza, dan Infectious Bursal Disease (IBD) merupakan ancaman serius yang sering kali memicu tingkat kematian tinggi pada ternak serta merugikan ekonomi peternak. Hadirnya vaksin berstandar internasional ini diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri peternakan di keempat negara Afrika tersebut.
Presiden Direktur Vaksindo sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment JAPFA, Teguh Yodiantara Prajitno, mengungkapkan bahwa ekspor ini merupakan buah dari riset panjang dan konsistensi kualitas.
”Kami telah mengekspor berbagai produk vaksin dan obat-obatan hewan ke puluhan negara. Penetrasi ke pasar Afrika ini adalah komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas yang didukung oleh riset ilmiah, pengalaman panjang, serta standar kualitas yang konsisten di tingkat global,” jelas Teguh.
Dukungan Pemerintah dan Penguatan Diplomasi Ekonomi
Capaian positif ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah dalam memperkuat industri kesehatan hewan nasional.
