Buntut Bikin Olok-Olok Korban Keracunan: Akuntan SPPG Dipecat, Dapur Program Makan Bergizi Gratis Terpaksa Lum

MBG
MBG
0 Komentar

RADARGARUT– Imbas kekurangbijakan dalam bermedia sosial kembali memakan korban profesional. Kasus pemecatan seorang oknum akuntan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Dlingo, Kabupaten Bantul, kini berbuntut panjang.

Tidak sekadar kehilangan pekerjaan, ulah fatal oknum tersebut berujung pada lumpuhnya operasional dapur penyedia layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.

​Kejadian ini bermula ketika oknum akuntan tersebut mengunggah komentar di media sosial yang mengolok-olok para korban kasus keracunan makanan program MBG yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Baca Juga:ABK Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Ditemukan Berjarak 340 KmPuluhan Ribu Buruh Turun ke Jalan Tegaskan Aksi Damai Tanpa Muatan Politik

Tindakan tak berempati itu memicu gelombang kecaman publik hingga akhirnya direspons tegas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan melayangkan Surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

​Namun, dampak keputusan tersebut ternyata tidak berhenti pada pemecatan sang oknum. Dapur SPPG Muntuk di Dlingo, Bantul, kini terpaksa berhenti beroperasi secara total untuk sementara waktu.

​Dapur MBG Lumpuh Akibat Kekosongan Posisi Kunci

Pemerintah Kabupaten Bantul mengonfirmasi bahwa berhentinya operasional SPPG Muntuk berkaitan langsung dengan persyaratan tata kelola administrasi organisasi. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa unit SPPG tidak bisa berjalan apabila salah satu elemen utamanya tidak terpenuhi.

​”Iya benar, sampai saat ini SPPG Muntuk masih tidak beroperasi,” ujar Hermawan.

​Ia memaparkan bahwa sebuah unit SPPG memiliki standar operasional yang mewajibkan ketersediaan tiga pilar posisi inti, yaitu Kepala SPPG, bagian administrasi, dan akuntan atau pengelola keuangan. Pemecatan mendadak terhadap akuntan SPPG Muntuk menciptakan kekosongan pada struktur vital pengelolaan anggaran dan akuntabilitas program.

​”SPPG bisa jalan jika ada kepala, administrasi, dan akuntan. Nah, yang bersangkutan itu kan akuntan, dan kalau tidak ada akuntannya ya tidak bisa jalan,” tambahnya.

Saat ini, pihak pengelola sedang mengupayakan masa cooling down sekaligus berburu kandidat pengganti untuk mengisi posisi tersebut agar layanan pendistribusian makanan bergizi kepada masyarakat dapat dipulihkan.

Baca Juga:Tanpa Ribet dan Antre! Cara Mudah Buka Rekening BCA Online Cuma Pakai HPCara Pakai Alfagift untuk Belanja Online Diantar Sampai Rumah!

​Ketegasan BGN DIY: Empati di Atas Segalanya

Langkah tegas memecat oknum karyawan tersebut diambil langsung oleh BGN Regional DIY. Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah krusial untuk menjaga integritas, etika, dan profesionalisme seluruh jajaran yang terlibat dalam program strategis nasional MBG.

0 Komentar