Iwan Bertahan Menjual Koran di Tengah Gempuran Digital

Iwan (64), penjual koran lapakan di Alun-alun Garut. (Radar Garut)
Iwan (64), penjual koran lapakan di Alun-alun Garut. (Radar Garut)
0 Komentar

GARUT — Di tengah derasnya arus informasi yang kini dapat diakses hanya melalui genggaman tangan, keberadaan koran cetak perlahan semakin terpinggirkan.

Namun, di Jalan Ahmad Yani No. 22, Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, masih ada seorang lelaki berusia 64 tahun yang setia menunggu pembeli datang.

Namanya Iwan. Sudah sekitar 25 tahun ia menjalani pekerjaan sebagai penjual koran.

Baca Juga:Disdik Garut Sebut Masuk Sekolah 06.30 Berpotensi Dipermanenkan, Hasil Evaluasi Disambut Baik Seluruh PihakBupati Garut Sebut Sektor Wisata Penyumbang PAD Paling Besar, Ingatkan Pelaku Usaha Bayar Pajak

Setiap pagi, Iwan kembali membuka lapak dan menata lembaran-lembaran berita yang kini semakin jarang dicari masyarakat.

Pada Sabtu (8/8/2026), rutinitas itu kembali dijalaninya seperti biasa. Ia mulai berjualan sekitar pukul 06.30 WIB dan bertahan hingga pukul 13.00 WIB. Jika kondisi memungkinkan, ia bisa tetap berada di tempat tersebut hingga pukul 14.00 WIB.

Dalam sehari, sekitar 30 eksemplar koran dibawanya untuk dijual.

Iwan tidak berkeliling menawarkan dagangannya. Ia memilih menetap di satu titik sambil menunggu pelanggan yang masih setia membaca berita dari lembaran kertas.

Namun, suasana yang dirasakannya kini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Sekarang mah agak kurang, kan sekarang mah ada HP,” ujar Iwan.

Menurutnya, penurunan penjualan semakin terasa sejak masyarakat mulai terbiasa memperoleh informasi melalui telepon genggam dan berbagai platform digital.

Jika dahulu koran menjadi salah satu sumber utama masyarakat untuk mengetahui perkembangan berita, kini kebiasaan itu perlahan berubah.

Pembeli yang masih datang pun didominasi kalangan usia lebih tua.

Baca Juga:Kemarau Ancam Panen di Garut, Petani Diminta Ubah Pola TanamBaru Dua Perusahaan di Garut Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas, Diberikan Gaji Setara Sesuai UMK

“Yang belinya juga agak tuaan. Anak-anak mah sekarang jarang,” katanya.

Meski jumlah pembeli terus berkurang, Iwan mengaku masih memiliki pelanggan tetap. Karena itu, selama berjualan ia hampir selalu berhasil menjual sebagian koran yang dibawanya.

Dalam sehari, penghasilan yang diperoleh berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu.

Ia menggunakan sistem komisi dari setiap koran yang terjual. Sementara koran yang tidak laku dapat dikembalikan atau diretur.

Bagi Iwan, pekerjaan tersebut bukan hanya rutinitas untuk mengisi waktu. Berjualan koran menjadi salah satu sumber penghasilan yang telah menopang kehidupannya selama puluhan tahun.

Selain menjual koran, ia sesekali menerima pekerjaan di bidang pengukuran jika ada kesempatan.

0 Komentar