Kemarau Ancam Panen di Garut, Petani Diminta Ubah Pola Tanam

Hasil Tani pada Festival Panen di Dinas Pertanian Garut. (Rizka/Radar Garut)
Hasil Tani pada Festival Panen di Dinas Pertanian Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Kabupaten Garut saat ini dilanda dengan musim kekeringan atau musim kemarau, sehingga sangat berdampak terhadap hasil panen.

Sekretaris Dinas Pertanian Garut, Dedi, membenarkan bahwa musim kekeringan sangat berdampak bagi hasil panen, sehingga para petani harus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya.

“Di satu sisi ada upaya lain bagaimana caranya contoh dengan mengalihkan hal pertama dari pola tanam yang seharusnya bulan juli di rubah menjadi agustus, yang kedua adalah beralih ke komoditi lain nah itu solusinya,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Dinas Pertanian Garut, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga:Baru Dua Perusahaan di Garut Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas, Diberikan Gaji Setara Sesuai UMKKwarcab Garut Nilai Pramuka Jadi Solusi Anak Kecanduan Gadget dan Bisa Tingkatkan Moral

Namun, kata Dedi, pada musim kekeringan ini tetap yang menjadi pusat perhatian pemerintah ialah kebutuhan air bersih, agar panen tidak sangat berdampak.

Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi ketika gagal panen Pemkab memberikaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), artinya asuransi ke lahan.

“Hal ini yang menjadi kendala kita itu ketika beralih air tidak ada nya tetap weh, tetapi antisipasi pemerintah kabupaten garut wabilhusus yang pangan nya kita ada namanya AUTP asuransi usaha tani padi,” sebutnya.

Dedi menjelaskan, pemerintah akan membantu petani ketika lahan yang digarapnya tidak menghasilkan hasil tani, untuk yang tidak termasuk ke AUTP akan diberikan bantuan bibit.

“Jadi itu khusus para petani yang ada di dalamnya adalah yg di sebutnya lahan LP2B kemudian yang kedua di lahan yg memang tidak masuk LP2B tapi ada itu ketika fuso ketika tidak sama sekali menghasilkan kita bantu, yang tidak termasuk kedalam AUTP kita juga di bantu bibit,” jelasnya.

Lanjut dia, pada musim kekeringan ini contoh di Kecamatan Bayongbong biasanya mayoritas petani menanam padi, namun sekarang di musim kekeringan tidak adanya air maka beralih menjadi menanam bawang.

Sehingga, kata Dedi, Kabupaten Garut saat ini salah satu kabupaten/kota terbesar di Jawa Barat yang mengalahkam Brebes dalam hal hasil tani Bawang merah.

Baca Juga:Pupuk Subsidi Tersalurkan Hingga 50 Persen untuk Garut, Syakur Tekankan Pengawasan KetatPencalonan Ketua DPD Golkar Memanas, Nama Aris Hingga Syakur Mencuat ​

“Apalagi bicara kentang ya Se Jawa Barat kita ke satu, penghasilan kentang terbesar di jawa Barat itu Garut,” katanya.

0 Komentar