Harga Biodiesel Resmi Turun: Rp14.562 per Liter Mulai Juli 2026, Dorongan Besar untuk B50 dan Petani Sawit!

(Istimewa)
Harga biodisel turun (istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Kabar baik bagi pelaku industri energi terbarukan dan konsumen bahan bakar di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel untuk Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter.

Angka ini turun dari periode Juni 2026 yang mencapai Rp14.643 per liter, menandakan penyesuaian positif di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Penurunan ini diumumkan melalui akun resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) Kementerian ESDM.

Baca Juga:Pemerintah Tetapkan 13 Juli Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha EsaPuluhan Camaba Universitas Pendidikan Indonesia Tak Lanjutkan Daftar Ulang: Tingginya Nilai UKT Jadi Halangan

Penetapan harga mengacu pada formula resmi yang transparan dengan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) KPB ditambah US$85 per ton, dikalikan faktor konversi 870 kg/m³, ditambah ongkos angkut sesuai Keputusan Menteri ESDM.

Harga CPO KPB rata-rata periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026 berada di Rp15.217 per kg, sementara kurs tengah BI mencapai Rp17.895 per dolar AS.

Dampak Positif bagi Implementasi B50

Penurunan harga biodiesel ini sangat strategis karena bertepatan dengan pemberlakuan mandatori Bahan Bakar Nabati (BBN) campuran B50 mulai 1 Juli 2026.

B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbasis sawit dengan 50% solar konvensional, naik dari sebelumnya B40. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, menekan emisi karbon, dan memperkuat perekonomian berbasis perkebunan sawit nasional.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa meski secara resmi mulai 1 Juli 2026, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan hingga 1 Oktober 2026.

Masa transisi ini bertujuan agar badan usaha dapat menghabiskan stok B40 yang masih ada di kilang dan fasilitas blending.

Selama periode tersebut, spesifikasi solar yang beredar di pasaran akan berada di atas 40% secara bertahap menuju 50%. Hal ini mencegah gangguan pasokan dan memastikan kelancaran distribusi.

Baca Juga:Harga Emas 7 Juli 2026: Penurunan Signifikan Setelah Sempat MeroketPemalsuan KK dan Sertifikat Merebak di SPMB Bandung 2026: Sejumlah Calon Siswa SMP Didiskualifikasi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Penurunan HIP biodiesel diharapkan memberikan efek domino positif. Pertama, biaya produksi BBM campuran menjadi lebih kompetitif, sehingga berpotensi menjaga stabilitas harga bahan bakar di tingkat konsumen.

Kedua, petani sawit mendapat kepastian pasar yang lebih baik karena permintaan biodiesel sawit meningkat drastis dengan target B50.

0 Komentar