Pemalsuan KK dan Sertifikat Merebak di SPMB Bandung 2026: Sejumlah Calon Siswa SMP Didiskualifikasi

(Unsplash/radargarut.id)
Pemalsuan data SPMB di Bandung 2026 (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Skandal pemalsuan dokumen mengguncang proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bandung tahun ajaran 2026/2027.

Puluhan calon siswa tingkat SMP harus didiskualifikasi setelah terbukti melakukan pelanggaran serius, mulai dari pemalsuan Kartu Keluarga (KK) hingga sertifikat prestasi dan kejuaraan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa hasil evaluasi SPMB menemukan hampir 80 hingga 100 anak yang terindikasi melakukan kecurangan.

Baca Juga:BPBD Garut Siagakan Warga Hadapi Musim Kemarau Ekstrem 2026: Ancaman Kekeringan dan Karhutla MengintaiPT GoTo Lakukan Penyesuaian, PHK 90% karyawan

“Kami sedih harus mengambil keputusan ini, karena ini berdampak langsung pada anak-anak. Tapi aturan harus ditegakkan,” ujarnya.

Mayoritas pelanggaran terjadi pada jenjang SMP dan didominasi oleh pemalsuan atau penyalahgunaan Kartu Keluarga.

Farhan menjelaskan bahwa meskipun secara aturan kependudukan satu alamat boleh memiliki lebih dari satu KK, hal tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk memanipulasi jalur penerimaan sekolah negeri.

Beberapa kasus ekstrem bahkan terungkap, seperti temuan puluhan KK menggunakan alamat yang sama di satu restoran. Dari pemeriksaan lebih lanjut, hanya sebagian kecil KK yang sah, sementara sisanya diduga fiktif.

Selain itu, ada pula calon siswa yang memalsukan sertifikat prestasi non-akademik untuk mendapatkan nilai tambah dalam seleksi.

Pemkot Bandung bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah melakukan verifikasi mendalam terhadap ribuan berkas pendaftaran. Proses ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi calon siswa yang mendaftar secara jujur.

Dampak dan Respons Pemerintah

Diskualifikasi massal ini tentu menimbulkan kekecewaan bagi orang tua dan siswa yang terlibat. Namun, Farhan menegaskan bahwa tindakan tegas ini diperlukan demi menjaga integritas sistem pendidikan di Kota Bandung.

Baca Juga:Pemerintah Masih Kaji Pelibatan Kantin Sekolah Dalam Program MBGOknum Brimob dan Prajurit TNI AL Terlibat Kasus Penyelundupan Narkoba Senilai 5 Miliyar

“Kita tidak mau anak-anak yang seharusnya berprestasi secara benar kalah dengan yang curang,” tegasnya.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan adanya upaya sistematis memanipulasi jalur zonasi, prestasi, dan afirmasi dalam SPMB.

Pemerintah Kota Bandung pun meningkatkan pengawasan dan verifikasi data secara ketat pada tahap-tahap berikutnya.

Pelajaran Berharga untuk Orang Tua dan Siswa

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat bahwa kejujuran dalam proses pendidikan jauh lebih berharga daripada segala upaya pintas.

0 Komentar