RADARGARUT– Harga emas batangan Antam mengalami penurunan signifikan pada Selasa, 7 Juli 2026. Setelah sempat melonjak cukup tinggi di akhir pekan lalu, harga emas Antam 24 karat kini turun Rp15.000 per gram, menjadi Rp2.655.000 per gram.
Penurunan ini mencerminkan fluktuasi pasar emas global yang dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan geopolitik.
Menurut data dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga untuk pecahan terkecil 0,5 gram berada di Rp1.377.500. Sementara itu, emas 10 gram dijual Rp26.045.000, dan untuk ukuran 1 kilogram (1.000 gram) mencapai Rp2.595.600.000.
Baca Juga:Pemalsuan KK dan Sertifikat Merebak di SPMB Bandung 2026: Sejumlah Calon Siswa SMP DidiskualifikasiGarut Raih Penghargaan Bergengsi dari Gubernur Jawa Barat: Capaian 100% SPM Pemadam Kebakaran 2025
Harga buyback atau harga yang ditawarkan Antam jika konsumen ingin menjual kembali emasnya juga ikut turun Rp15.000 per gram, kini berada di level Rp2.414.000 per gram.
Perbandingan Harga Mingguan dan Bulanan
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam sempat bergerak di rentang Rp2.625.000 hingga Rp2.670.000 per gram. Sementara dalam satu bulan terakhir, fluktuasinya lebih lebar, yaitu antara Rp2.625.000 hingga Rp2.743.000 per gram.
Penurunan hari ini menjadi koreksi setelah kenaikan sebelumnya, sejalan dengan tren harga emas dunia yang juga mengalami tekanan.
Harga emas global saat ini berada di kisaran US$4.134 per ounce, dengan penurunan harian sekitar 0,7%. Dalam sebulan terakhir, komoditas safe-haven ini turun sekitar 3-3,5%, meski secara tahunan masih menguat lebih dari 24%.
Faktor utama penurunan termasuk ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang lebih hawkish, penguatan dolar AS, serta meredanya ketegangan geopolitik di beberapa kawasan.
Implikasi bagi Investor dan Konsumen
Bagi masyarakat Indonesia, emas Antam tetap menjadi instrumen investasi favorit karena likuiditasnya tinggi dan diakui kualitasnya.
Namun, penurunan harga ini bisa menjadi sinyal beragam. Di satu sisi, ini peluang bagi investor jangka panjang untuk membeli di level lebih rendah, terutama jika mempertimbangkan proyeksi fluktuatif harga emas sepanjang Juli 2026 yang diprediksi bergerak antara US$4.186 hingga US$4.933 per ounce akibat ketidakpastian global.
Baca Juga:Kecolongan! Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Jadi Kontestan Ruang Guru Clas of ChampionDPR Janji Efisiensi Besar: Anggaran MBG 2027 Dipangkas Rp94 Triliun
Di sisi lain, pemilik emas yang berencana menjual harus memperhatikan selisih harga jual dan buyback yang masih cukup lebar. Selain itu, sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10.000.000 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung.
