Harga Pertamax Naik, Bupati Garut Khawatir Daya Beli Masyarakat Menengah Tertekan

Antrean Panjang di SPBU Garut. (Rizka/Radar Garut)
Antrean Panjang di SPBU Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan menengah.

Syakur mengatakan penyesuaian harga Pertamax merupakan kebijakan pemerintah pusat. Meski bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, dampaknya tetap perlu diantisipasi karena kenaikan harga BBM dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut.

Menurutnya, kelompok masyarakat berpendapatan menengah menjadi salah satu yang berpotensi merasakan tekanan. Bertambahnya pengeluaran untuk bahan bakar dapat mengurangi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

Baca Juga:Rumah Lansia Duafa di Cisurupan Ambruk, DPRD Dorong Kolaborasi PendanaanPopulasi Domba Garut Capai 600 Ribu Ekor, Produksi Daging Disebut Surplus

“Oh pasti, harga barang sekarang pertama kelompok pendapatan menengah agak terganggu daya belinya,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM juga berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang dan operasional sejumlah layanan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong penyesuaian harga berbagai komoditas dan jasa apabila tidak diimbangi dengan kebijakan pengendalian yang tepat.

Syakur berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat memicu kenaikan harga secara berantai. Ia meyakini pemerintah pusat akan menyiapkan kebijakan untuk menjaga kondisi ekonomi tetap terkendali.

“Tunda dulu semoga kemudian ini pemerintah mempunyai kebijakan yang proper sehingga tidak terjadi gejolak kenaikan harga-harga baik barang maupun juga jasa,” kata Syakur.

Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut dia, perlu memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Langkah tersebut dinilai penting karena kelangkaan barang dapat memperbesar tekanan harga di tengah kenaikan biaya transportasi dan distribusi.

Syakur menjelaskan, pergerakan harga berkaitan erat dengan mekanisme permintaan dan pasokan. Karena itu, pemerintah daerah harus mendorong agar pasokan komoditas tetap tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

“Jangan sampai kekurangan, yang kita khawatirkan pertama kalau barang yang tidak ada, ini juga ada kenaikan harga, ini akan membuat daya beli masyarakat jadi rendah, ini yang kita khawatirkan,” jelasnya.

Baca Juga:Dinsos Garut Cari Penanganan Berkelanjutan untuk Mila, Peran Keluarga Dinilai PentingDisperindag Dorong Dapur MBG di Garut Serap Produk Lokal dan UMKM

Pemantauan terhadap persediaan dan perkembangan harga diperlukan untuk mengantisipasi gejolak. Apabila pasokan tetap terjaga, risiko lonjakan harga akibat kelangkaan diharapkan dapat ditekan.

Selain berdampak pada konsumsi masyarakat, kenaikan harga Pertamax diperkirakan turut memengaruhi pelaksanaan program pemerintah. Biaya pembangunan berpotensi meningkat apabila harga bahan baku, pengangkutan, dan kebutuhan operasional ikut mengalami penyesuaian.

0 Komentar