GARUT – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut mencatat populasi Domba Garut saat ini mencapai sekitar 600 ribu ekor. Jumlah tersebut menjadi salah satu populasi domba tertinggi dibandingkan daerah lainnya.
“Kalau untuk Domba Garut, kita termasuk yang populasinya paling tinggi. Saat ini jumlahnya mencapai sekitar 600 ribu ekor,” ujar Kepala Diskannak Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, belum lama ini.
Selain domba, dikatakan Dyah, populasi sapi perah dan sapi potong di Kabupaten Garut tercatat sekitar 14 ribu ekor. Namun, jumlah tersebut dapat berubah karena sapi potong dipelihara untuk kebutuhan konsumsi.
Baca Juga:Raih Perak Popwilda, Sepak Bola Garut Pastikan Tiket ke Popda 2027Terkendala Lahan, Pelaksanaan Sekolah Rakyat Garut Masih Sementara di BLK Samarang
“Tentu saja angkanya sangat dinamis. Kalau sapi potong, setelah beberapa waktu akan dilakukan penyembelihan,” katanya.
Dyah menjelaskan, kebutuhan daging unggas di Garut sudah dapat dipenuhi oleh produksi lokal. Kondisi berbeda terjadi pada komoditas daging sapi yang pasokannya masih didatangkan dari luar daerah.
“Kalau untuk produksi unggas kita sudah cukup, sedangkan kebutuhan daging sapi masih disuplai dari luar,” jelas Dyah.
Sementara itu, produksi daging domba sudah melampaui kebutuhan daerah. Sebagian hasil peternakan pun dipasarkan ke wilayah lain dalam bentuk ternak hidup maupun karkas.
“Kita sudah lebih dari 100 persen dan banyak memasok ke wilayah-wilayah lain, baik dalam bentuk ternak hidup maupun karkas,” jelasnya.
Tingginya aktivitas peternakan juga terlihat dari transaksi di pasar hewan. Dalam satu hari pasar, jumlah hewan yang diperjualbelikan berkisar antara 600 hingga 1.000 ekor.
“Dalam satu bulan ada delapan hari pasar. Jadi, bisa dihitung delapan dikali 600 ekor, kemudian dikali 12 bulan. Kalau untuk domba, kita sudah surplus,” pungkasnya. (*)
