Pemkab Garut Siapkan Perbaikan Berkelanjutan
GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut memastikan ruas Jalan Banjarwangi–Singajaya kembali mendapat perhatian melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat. Pada 2026, anggaran sekitar Rp42 miliar telah ditetapkan untuk penanganan ruas tersebut.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan upaya mendapatkan dukungan pemerintah pusat sebenarnya sudah dilakukan sejak 2025. Saat itu, Pemkab Garut bersama sejumlah pihak mengusulkan Jalan Banjarwangi–Singajaya agar masuk dalam program IJD Kementerian PUPR.
Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terdapat sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi bencana. Kondisi itu menjadi kendala karena pelaksanaan program IJD memiliki waktu pengerjaan yang relatif singkat, sekitar empat bulan.
Baca Juga:Muslimat NU Garut Perkuat Program Ekonomi, Pendidikan, Keagamaan, dan Kesehatan Periode 2026–2031Bupati Garut Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Menentukan Kualitas Pembangunan Daerah
“Begitu ada informasi itu kami langsung mengajukan bersama Ibu Imas Aan dan Pak Ade Ginanjar. Tapi kemudian terkendala ada beberapa titik yang masih berpotensi terjadi bencana,” ujar Syakur, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, pemerintah pusat membutuhkan kesiapan kondisi jalan agar pekerjaan bisa langsung dilaksanakan. Apabila penanganan titik rawan bencana harus dilakukan bersamaan, dikhawatirkan pekerjaan tidak dapat selesai dalam waktu yang telah ditentukan.
Padahal, pada 2025 nilai dukungan yang berpotensi diterima Kabupaten Garut disebut mencapai hampir Rp80 miliar. Namun karena adanya kendala teknis dan kebencanaan, bantuan tersebut belum dapat direalisasikan.
Pemkab Garut kemudian melakukan penanganan terhadap sejumlah titik menggunakan anggaran daerah sebagai bentuk persiapan agar ruas Banjarwangi–Singajaya lebih siap ketika kembali diusulkan melalui program IJD.
“Kemudian ada beberapa titik yang bisa diperbaiki, maka pada tahun 2026 kita lakukan perbaikan itu supaya ketika ada program IJD lagi kita sudah siap. Itu yang kita lakukan sehingga kita mengalokasikan Rp5 miliar,” ungkapnya.
Syakur menjelaskan, Pemkab Garut tidak dapat memusatkan seluruh anggaran infrastruktur hanya pada satu ruas jalan karena masih banyak wilayah lain yang membutuhkan penanganan.
Meski demikian, Jalan Banjarwangi–Singajaya disebut menjadi salah satu prioritas. Pemilihan ruas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta pentingnya konektivitas wilayah.
