Rumah Lansia Duafa di Cisurupan Ambruk, DPRD Dorong Kolaborasi Pendanaan

Dewan Yudha Saat Mengunjungi Lansia Dhuafa di Kampung Cilimus, Desa Sirnajaya, Cisurupan. (Feri/Radar Garut)
Dewan Yudha Saat Mengunjungi Lansia Dhuafa di Kampung Cilimus, Desa Sirnajaya, Cisurupan. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi rumah milik seorang lansia duafa bernama Empat di Kampung Cilimus, RT 01 RW 04, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Selasa (30/6/2026).

Sebagian bangunan rumah tersebut ambruk dan kondisinya dinilai sudah tidak layak huni. Dalam kunjungan itu, Yudha didampingi petugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut.

Yudha menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako dari dana pribadinya. DKP Garut juga memberikan bingkisan kebutuhan pokok kepada keluarga Empat.

Baca Juga:Populasi Domba Garut Capai 600 Ribu Ekor, Produksi Daging Disebut SurplusDinsos Garut Cari Penanganan Berkelanjutan untuk Mila, Peran Keluarga Dinilai Penting

Melihat kondisi rumah tersebut, Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut mempercepat kolaborasi pendanaan untuk membantu warga yang menempati rumah tidak layak huni. Salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan ialah dana tanggung jawab sosial perusahaan melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

“Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Pak Sekda, tolong percepat kolaborasi pendanaan, termasuk dana CSR melalui Forum TJSLP, untuk membantu warga Garut yang tinggal di rumah tidak layak huni, seperti rumah Ibu Empat yang saya kunjungi hari ini,” ujarnya.

Selain persoalan tempat tinggal, Yudha menyoroti bantuan sosial yang diterima Empat. Berdasarkan data kesejahteraan sosial, Empat tercatat masuk desil 3, tetapi belum menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Ibu Empat masuk desil 3, tetapi tidak mendapatkan PKH maupun BPNT. Beliau sempat mendapatkan BLT Kesra pada 2025 melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial,” ucapnya.

Menurut Yudha, kemampuan APBD Garut untuk menangani rumah tidak layak huni masih terbatas. Pada 2026, anggaran yang tersedia hanya mencakup bantuan untuk 290 rumah.

“Kita mengetahui keterbatasan APBD Garut. Tahun ini bantuan rutilahu hanya dialokasikan untuk 290 rumah, sedangkan jumlah rumah tidak layak huni sangat banyak. Namun, tolong prioritaskan lansia seperti Ibu Empat,” tegasnya.

Ia juga meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut segera melakukan asesmen terhadap kondisi Empat.

Baca Juga:Disperindag Dorong Dapur MBG di Garut Serap Produk Lokal dan UMKMHidup Sendirian dan Terbaring Akibat Stroke, Lansia di Samarang Butuh Perhatian

“Kepada Baznas Garut, saya meminta agar dilakukan asesmen dan kunjungan. Dana zakat yang dikumpulkan sebaiknya turut dialokasikan untuk lansia duafa seperti Ibu Empat,” katanya.

0 Komentar