GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesehatan perempuan akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas keluarga maupun masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Syakur usai menghadiri pelantikan kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Garut masa khidmat 2026–2031, Sabtu (15/8/2026).
Syakur mengatakan, perempuan merupakan bagian besar dari populasi masyarakat sehingga keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan. Perempuan tidak hanya berperan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pendidikan, kehidupan sosial, serta pembangunan masyarakat.
Baca Juga:Viral Video Lahiran Disemangati Emak-Emak, Pasien Mengaku Lebih SemangatSemarak HUT ke-81 RI, Fun Walk dan Lomba Tradisional Perkuat Sinergi UPT se-Garut Raya
“Setengah dari penduduk Indonesia adalah perempuan. Bagi kita, kesehatan dan kualitas perempuan sangat menentukan kualitas pembangunan Kabupaten Garut,” ujar Syakur.
Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan perlu terus menjadi perhatian dalam agenda pembangunan daerah. Perempuan yang sehat, berpendidikan, serta memiliki kapasitas yang baik dinilai mampu memberikan kontribusi besar dalam membangun keluarga yang kuat.
Dari lingkungan keluarga tersebut, lanjut Syakur, akan lahir generasi yang turut menentukan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Garut pada masa mendatang.
Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap berbagai program yang berkaitan dengan pemberdayaan dan peningkatan kualitas perempuan.
Syakur juga mengapresiasi keterlibatan perempuan dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU. Menurutnya, aktivitas perempuan dalam organisasi menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan sosial.
Organisasi Perempuan Bisa jadi Kekuatan
Kehadiran organisasi perempuan dinilai dapat menjadi kekuatan untuk memperluas edukasi, pemberdayaan, serta pendampingan kepada masyarakat hingga tingkat keluarga.
Selain mengenai pemberdayaan perempuan, Syakur turut menyoroti pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari.
Baca Juga:Aksi Bersih Kemerdekaan, UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Garut Raya Tanamkan Semangat Gotong RoyongPolres Garut Ungkap 20 Kasus Narkoba dan OKT, 28 Tersangka Diamankan
Ia meminta setiap orang tua mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial.
“Orang tua harus mengetahui anak-anaknya berada di mana, dengan siapa, dan apa yang mereka lakukan, khususnya pada malam hari,” katanya.
Menurut Syakur, organisasi perempuan juga dapat mengambil bagian dalam memperkuat kesadaran keluarga mengenai pentingnya perlindungan dan pengawasan terhadap anak.
