Dinsos Garut Cari Penanganan Berkelanjutan untuk Mila, Peran Keluarga Dinilai Penting

Kisah Mila, Perempuan Viral di Garut Dengan Gangguan Jiwa Kini Sudah Diamankan Dinsos. (Rizka/Radar Garut)
Kisah Mila, Perempuan Viral di Garut Dengan Gangguan Jiwa Kini Sudah Diamankan Dinsos. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Mila, perempuan yang sempat menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Garut karena mengalami gangguan kesehatan mental, hingga kini masih berada di rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut.

Mila diketahui telah beberapa kali mendapat penanganan di panti sosial, tempat rehabilitasi, dan fasilitas lainnya di Jawa Barat. Namun, upaya penanganan kerap menghadapi kendala karena Mila beberapa kali meninggalkan tempat perawatan.

Anggota Tim Respons Dinsos Garut, Neneng Rina, mengatakan bahwa Mila telah memperoleh penanganan sejak berusia tujuh tahun. Dinsos juga telah berupaya mencari tempat rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga:Raih Perak Popwilda, Sepak Bola Garut Pastikan Tiket ke Popda 2027Terkendala Lahan, Pelaksanaan Sekolah Rakyat Garut Masih Sementara di BLK Samarang

“Dinas Sosial juga bingung harus menempatkannya di mana karena kami sudah mencoba beberapa panti dan yayasan. Namun, dia selalu kabur dan sangat pintar mencari cara untuk melarikan diri,” kata Rina.

Menurut Neneng, petugas sempat membatasi akses Mila terhadap sejumlah benda yang dinilai dapat digunakan untuk keluar dari tempat penampungan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.

“Semua barang sudah diamankan, misalnya sapu atau alat pel, tetapi dia tetap bisa kabur,” katanya.

Dalam pemenuhan kebutuhan pengobatan, jelas Neneng, Dinsos Garut terus berkoordinasi dengan puskesmas. Obat diberikan berdasarkan penanganan tenaga kesehatan untuk membantu menjaga kondisi Mila tetap stabil.

“Meski tidak dibawa ke rumah sakit jiwa, kami tetap berkoordinasi dengan puskesmas terkait pemberian obat agar kondisinya tenang dan bisa beristirahat,” jelasnya.

Dinsos Garut kini berupaya mencari pola penanganan jangka panjang yang sesuai. Dukungan keluarga, pendampingan tenaga profesional, dan lingkungan yang aman dinilai penting dalam proses perawatan.

Neneng juga mengajak masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental serta tidak memberikan stigma kepada orang dengan gangguan jiwa.

Baca Juga:Hingga Juni 2026, Damkar Garut Tangani 128 Kasus Kebakaran dan Ribuan Non KebakaranSekda Garut Ungkap Alasan KDKMP Belum Berjalan Meski Bangunan Sudah Berdiri Kokoh

Ia mengingatkan para orang tua untuk tetap menjaga komunikasi dan memberikan perhatian kepada anak, termasuk ketika terjadi persoalan dalam keluarga.

“Orang tua jangan terlalu acuh terhadap anak karena mereka memerlukan perhatian dan pendekatan. Pendidikan, makanan, lingkungan, dan pergaulan juga sangat penting,” pungkasnya. (*)

0 Komentar