APBN Kita Support Kemandirian Narapidana di Lapas Garut

Radar Garut
Bagi sebagian masyarakat, lembaga pemasyarakatan mungkin masih dipandang sekadar tempat menjalani hukuman.
0 Komentar

Hasilnya cukup mengagumkan. Di dalam lapas tumbuh berbagai unit usaha mulai dari anyaman sabut kelapa, batik Garutan, konveksi, bakery, pengolahan kopi, peternakan, perikanan, hingga pengolahan sampah mandiri.Unit usaha anyaman sabut kelapa menjadi salah satu unggulan Lapas Garut.

Sabut kelapa diolah menjadi tambang sabut, kemudian dianyam menjadi berbagai produk dekorasi rumah seperti tirai, karpet, hingga pot tanaman. Produk ini ternyata tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

Melalui kerja sama dengan perusahaan eksportir, hasil karya warga binaan tersebut telah dikirim ke beberapa negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Spanyol, dan Korea Selatan. Fakta ini menunjukkan bahwa keterampilan yang lahir dari dalam lapas pun mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga:Ridefun Sewa Motor Garut Perkuat Posisi Menjadi Salah Satu Rental Motor Terbesar di Priangan TimurGuru Beberkan Dugaan Keracunan MBG, Senjumlah Siswa Hingga Kini Masih Dilarikan ke PKM Kadungora

Di sektor budaya dan tekstil, Lapas Garut memiliki unit batik Garutan yang memproduksi batik tulis bermotif khas daerah seperti motif bulu ayam, anyaman bambu, dan merak.

Hasil karya tersebut dipasarkan melalui koperasi lapas maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan lapas.

Selain itu terdapat pula unit konveksi yang memproduksi seragam pegawai lapas dan menerima pesanan dari masyarakat umum maupun instansi lain.Pada bidang makanan dan minuman, Lapas Garut mengembangkan usaha kopi dengan merek “Pas Kopi”.

Biji kopi diolah menjadi kopi siap saji dalam bentuk kemasan maupun nonkemasan. Bahkan tersedia pula “Cafe Integrasi” yang berada di luar lapas dan melayani masyarakat umum.

Kehadiran kafe ini menjadi simbol bahwa proses integrasi sosial sebenarnya sudah dimulai sejak warga binaan masih berada di dalam lapas.Tak kalah menarik adalah unit bakery dengan merek roti “Kayana” atau Karya Narapidana.

Produk roti ini dipasarkan di koperasi lapas dan dikonsumsi penghuni lapas. Bahkan terdapat wacana agar produksi roti tersebut dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Jika terwujud, maka hasil karya warga binaan akan memiliki kontribusi nyata dalam program nasional.Semangat kemandirian juga terlihat pada sektor peternakan dan perikanan.

Baca Juga:Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga dan Siswa di Kadungora Garut Alami Demam, Diare hingga KejangKeponakan Terduga Pelaku Perusakan Bantah Sejumlah Tuduhan

Lapas Garut memiliki peternakan ayam petelur sekitar 3.000 ekor serta budidaya lele yang sebagian besar hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penghuni lapas.

0 Komentar