GARUT – Puluhan siswa dan tenaga pengajar di SDN 2 Hegarsari diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga siang hari, tercatat sebanyak 57 orang terdampak, terdiri dari 51 siswa dan 6 staf pengajar termasuk kepala sekolah.
Seorang staf pengajar, Dini, mengungkapkan bahwa kasus ini mulai diketahui setelah sejumlah orang tua siswa menghubungi guru karena anak-anak mereka mengalami demam dan diare.
Baca Juga:Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga dan Siswa di Kadungora Garut Alami Demam, Diare hingga KejangKeponakan Terduga Pelaku Perusakan Bantah Sejumlah Tuduhan
“Awalnya staf guru, karena anak mah kelas 6 lagi ujian, orang tuanya ngechat ke guru dengan alasan demam dan diare, kirain saya karna cuacanya lagi buruk, kejadiannya hari Selasa makan MBG, hari Rabunya konfirmasi dan ada 5 orang gak sekolah,” ungkap Dini.
Menurutnya, keluhan para siswa mulai bermunculan pada siang hari setelah makanan dikonsumsi. Gejala yang dialami di antaranya mual, perut terasa panas hingga diare.
“Nah siang hari (rabu) anak-anak mengeluh, gejalanya mual, perut panas, diare, ada kelas 4 yang dirawat di PKM Kadungora,” katanya.
Jumlah korban terus bertambah karena sebagian siswa awalnya mengira hanya mengalami sakit perut biasa. Namun kondisi mereka justru semakin memburuk sehingga harus menjalani pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Yang 57 orang itu ada yg diperiksa di Klinik Nurhayati, ada ke dokter, puskesmas, karna yg lainnya dikira sakit perut biasa, tapi malah semakin parah gitu,” tutur Dini.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari telur saus barbeque, sayur steam, tempe bumbu kecap, susu, dan semangka. Dugaan muncul setelah beberapa siswa dan staf menemukan kondisi telur yang dinilai tidak biasa.
“Kata teman staf, dari makanan MBG itu telurnya seperti ada lendir gitu, karna dikira saos barbeque,” ungkapnya.
Baca Juga:Oknum Polisi Ngamuk Bawa Sajam, Ade Ginanjar Sebut Pelaku Sudah Sering Bikin Resah Warga PameungpeukEnergi Panas Bumi Pasirwangi Didorong Jadi Penguat Ketahanan Energi
Sejumlah guru dan orang tua siswa yang mengalami gejala tersebut, dan sudah mendapatkan pengobatan, membagikan postingan yang terlihat beberapa jenis obat yang harus dikonsumsi setelah diduga mengalami keracunan akibat MBG.
Selain di SDN 2 Hegarsari, dugaan kasus serupa juga disebut terjadi di SDN 1 Hegarsari dengan jumlah korban diperkirakan sekitar sembilan orang.
