GARUT – Puluhan warga di Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang sama usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan yang dialami mulai dari demam tinggi, muntah, diare, lemas, hingga ada anak yang mengalami kejang dan pingsan.
Salah seorang Ketua RW 07 Desa Hegarsari, Usep Supandi, mengaku anaknya mengalami kondisi cukup parah setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah.
Baca Juga:Keponakan Terduga Pelaku Perusakan Bantah Sejumlah TuduhanOknum Polisi Ngamuk Bawa Sajam, Ade Ginanjar Sebut Pelaku Sudah Sering Bikin Resah Warga Pameungpeuk
“Hari Selasa teh setelah pulang sekolah anak saya demam tinggi, nyangkanya masuk angin dikasih tolak angin anak sampai dikerok. Dari sana gak bisa tidur sampai pagi-pagi panas demam, besoknya lemes, dikasih makan gak mau. Pas hari kemarin sore muntah-muntah terus aja gitu,” ujar Usep saat memberikan keterangan di kediamannya, Kamis, 21 Mei 2026.
Karena kondisi anaknya terus memburuk, Usep kemudian membawa anaknya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Karena khawatir saya langsung bawa ke puskesmas, pas di cek katanya aman hanya lemas karena makan kurang cairan terus keluar,” katanya.
Setelah itu, anaknya sempat hendak dirawat di fasilitas kesehatan lain, namun tidak dilakukan karena kondisi mulai membaik.
“Kemudian saya bawa ke Nurhayati gak bisa katanya penuh, tadinya mau dirawat, tapi lihat kondisinya membaik jadi pulang. Cuman kalau kejadian lagi lemes gak membaik, harus dirawat katanya,” lanjutnya.
Usep mengatakan, keluhan yang dialami anaknya bukan hanya terjadi pada satu orang saja. Ia menyebut banyak siswa lain mengalami gejala yang sama.
“Keluhannya mencret, lemes, gak mau makan. Saya menyangka kalau ini ada efek dari makanan. Nah tapi saya lihat di grup banyak juga anak yang keluhannya sama, dan kelas 6 di SDN 2 Hegarsari itu lebih dari 18 orang,” ungkapnya.
Baca Juga:Energi Panas Bumi Pasirwangi Didorong Jadi Penguat Ketahanan EnergiPatroli Digencarkan, Balapan Liar di Garut Masih Jadi Ancaman
Selain siswa sekolah dasar, laporan serupa juga datang dari kelompok masyarakat lain.
“Terus ada laporan dari posyandu ada 7 orang lansia, ibu hamil, dan menyusui dari desa saya,” tambah Usep.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada orang tua siswa juga yang ikut mengalami gejala serupa setelah memakan sisa makanan MBG milik anaknya.
