GARUT – Fariz Akbar, keponakan terduga pelaku, memberikan klarifikasi terkait peristiwa keributan yang melibatkan seorang pria oknum polisi berinisial F di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Ia membantah sejumlah informasi yang beredar terkait dugaan pelaku membawa senjata api hingga merusak warung warga.
Menurutnya, terduga pelaku tidak membawa senjata api seperti yang ramai disebutkan dalam informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan sebelumnya.
Baca Juga:Oknum Polisi Ngamuk Bawa Sajam, Ade Ginanjar Sebut Pelaku Sudah Sering Bikin Resah Warga PameungpeukEnergi Panas Bumi Pasirwangi Didorong Jadi Penguat Ketahanan Energi
“Tidak membawa senpi, tidak merusak warung,” kata Fariz saat memberikan keterangan melalui pesan seluler, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia juga membantah adanya aksi perusakan terhadap warung milik warga. Menurutnya, kejadian yang sebenarnya terjadi sebelum video viral beredar adalah adanya keributan antara dua orang di dalam sebuah warung.
“Sebelum video yang viral, ada kejadian dua orang menyerang dan sempat berkelahi di dalam warung,” katanya.
Fariz turut membantah anggapan bahwa pelaku selama ini meresahkan masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk.
Ia mempersilakan hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada warga maupun aparat setempat.
“Tidak pernah meresahkan di Pameungpeuk, bisa dikonfirmasi ke warga dan perangkat desa atau kecamatan,” ucapnya.
Selain itu, Fariz mengungkapkan bahwa sekitar satu bulan sebelum kejadian, pelaku sempat bertemu dengan Ilan yang merupakan saudara Ade Ginanjar untuk membicarakan persoalan pesantren dan meminta bantuan.
Baca Juga:Patroli Digencarkan, Balapan Liar di Garut Masih Jadi AncamanAhab Sihabudin Ajak 100 Pelajar Tidak Sungkan Bercita-cita Jadi Pemimpin Muda
Namun, menurutnya, pelaku merasa kecewa karena tidak jadi ditemui setelah sebelumnya dijanjikan bertemu.
“Sebulan sebelumnya pernah bertemu dengan Ilan, saudara Ade Ginanjar, membicarakan masalah pesantren dan minta bantuan, namun menolak untuk bertemu setelah sebelumnya dijanjikan untuk bertemu,” ujarnya.
Ia menilai, insiden tersebut dipicu oleh perlakuan yang dianggap tidak menyenangkan dari pihak keluarga Ade Ginanjar terhadap pelaku.
“Adapun kejadian tersebut dipicu oleh perlakuan tidak menyenangkan dari pihak Ade Ginanjar,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial F diduga melakukan aksi perusakan di kawasan Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, sambil membawa senjata tajam jenis samurai.
Dalam kejadian itu, rumah milik anggota DPR RI Ade Ginanjar disebut menjadi salah satu sasaran perusakan. Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (*)
