Peredaran Tramadol di Garut Makin Merajarela, Tokoh Agama Desak Semua Pihak Bertindak Serius

(Istimewa)
Polres Garut amankan pria 30 tahun pengedar obat-obatan keras (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Peredaran obat keras jenis Tramadol di wilayah Kabupaten Garut saat ini sudah berada dalam tahap mengkawatirkan.

Maraknya peredaran obat haram tersebut juga kini menjadi perhatian semua pihak, salah satunya bagi Aliansi Umat Islam (AUI) Kabupaten Garut.

Tokoh agama Garut sekaligus Koordinator Aliansi Umat Islam (AUI) Garut, Ceng Aam, menyebutkan bahwa kondisi saat ini sudah masuk kategori darurat karena penyalahgunaan obat tramadol sudah mulai menyasar kalangan anak-anak sekolah dasar.

Baca Juga:Penertiban PKL di Garut Tuai Polemik, DPRD Dorong Relokasi dan Perda KhususPemkab Garut Rencanakan Penataan PKL Disekitaran Pemda, Pedagang : Baru Pertama Kali Sejak Tahun 1998

Ia menegaskan, jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum, pihaknya akan turun langsung melakukan tindakan demi menyelamatkan generasi dan anak-anak bangsa.

“Tadi saya sampaikan bahwa di Garut sudah masuk kategori darurat. Kalau ini tidak bisa ditangani, jangan salahkan kami kalau kami yang kerjakan, karena sudah masuk kategori darurat sampai anak SD juga mengonsumsi,” ujarnya, Selasa,18 Mei 2026.

Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Garut Kota dan Tarogong Kidul menjadi titik rawan penyebaran tramadol.

Ceng Aam juga menyoroti peran aparat dalam penanganan kasus yang dinilai lalai dalam memberantas peredaran obat terlarang tersebut. “Ya ini lalai, kalau tidak lalai kita tidak akan begini,” ucapnya.

Ia juga mengaku, bahwa beberapa waktu terkahir pihaknya sudah mencoba untuk melakukan audiensi dengan beberapa pihak terkait dalam upaya pemberantasan obat tramadol.

Namun menurutnya, seolah temuannya itu diabaikan oleh beberapa pihak. “Beberapa kali kita audiensi ke dinas kesehatan, BNN, ke Dandim, kayanya seperti bola pingpong, kata Dinkes ini bukan wilayahnya, kata BNN juga sama,” imbuhnya.

Bahkan, saat disinggung adanya oknum-oknum terkait dalam membekengi semua bandar tramadol di Garut, Ia menegaskan bahwa oknum itu kemungkinan besar ada di belakang bandar tramadol.

Baca Juga:Gabung Grup Neraka, Persigar Tantang Tuan Rumah Pasuruan UnitedPetani Jagung Diminta Selektif Memilih Benih Saat Hadapi Musim Kemarau

“Kategori oknum ada, kata coklat katanya ijo, kata ijo katanya coklat,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung berdasarkan data yang ia terima bahwa selama tahun 2026 ini ratusan ribu butir tramadol berhasil ditemukan di wilayah Garut.

“Kenyataanya selama ini di tahun 2026 sampai bulan Mei sudah lebih dari 300 ribu butir yang ditemukan,” tegasnya.

0 Komentar