RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca terkini untuk periode sepekan ke depan, yakni 19 hingga 25 Mei 2026.
Di tengah laporan bahwa wilayah Indonesia saat ini berada dalam pengaruh El Niño Condition, fenomena alam yang aneh justru terjadi, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah nusantara.
BMKG menjelaskan bahwa situasi ini disebabkan oleh aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer skala global dan regional secara bersamaan.
Baca Juga:Sepak Terjang Abeng, Jurnalis Republika yang Diculik Tentara Zionis Israel Demi Misi KemanusiaanEks Ketua BEM UGM 2026 Minta Pendukung 02 Minta Maaf dan Tulis Pernyataan Penyesalan
Meskipun El Nino umumnya membawa dampak berkurangnya curah hujan dan memicu kekeringan, adanya aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang atmosfer justru menjadi “booster” yang memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif di atas langit Indonesia.
Dinamika Cuaca Masa Peralihan yang Unik
Saat ini, Indonesia sedang berada dalam masa transisi atau peralihan musim. Karakteristik khas dari fase ini adalah berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari, yang membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.
Kondisi tersebut memicu pemanasan permukaan yang sangat kuat, memicu suhu udara terik berkisar antara 35,0°C hingga 36,5°C di beberapa daerah.
Namun, BMKG mengingatkan bahwa terik di siang hari bukan berarti cuaca akan terus kering. Tingginya tingkat kelembapan udara konvektif di atmosfer justru memanfaatkan pemanasan ekstrem tersebut untuk mempercepat pembentukan awan kumulonimbus.
Akibatnya, wilayah yang siangnya terasa sangat panas berpotensi besar menghadapi badai guntur dan hujan lebat yang tiba-tiba pada sore hingga malam hari.
Pemetaan Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Untuk mempermudah mitigasi kebencanaan, BMKG membagi prakiraan cuaca ekstrem ini ke dalam dua periode waktu:
Periode 19 – 21 Mei 2026
Pada paruh pertama pekan ini, status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan bagi beberapa wilayah strategis.
Baca Juga:Rekomendasi Cafe Nobar Persib di Garut: Seru Dukung Maung Bandung Sambil Ngopi Enak!Viral! Turis Malaysia Dituduh Kabur Tanpa Bayar Usai Makan di Pagi Sore
Daerah tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan. Selain hujan, ancaman angin kencang juga diprediksi mengintai wilayah Aceh bagian utara, Maluku, serta NTT.
