RADARGARUT– Bambang Noroyono, atau yang lebih akrab disapa Abeng, adalah sosok jurnalis yang dikenal gigih dan penuh dedikasi di kalangan media Indonesia. Lahir pada 1984 di Airputih-Indrapura, Batubara, Sumatera Utara, Abeng telah mengabdi di harian Republika sejak 2011.
Kariernya mencakup berbagai bidang peliputan, mulai dari urban dan perkotaan, politik-hukum, hingga internasional, investigasi mendalam, serta olahraga. Kini, namanya menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan diculik oleh pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026.
Abeng bukan jurnalis biasa. Di mata rekan seniornya, ia dikenal sebagai petualang sejati yang tak ragu terjun langsung ke medan berbahaya demi menyajikan berita berkualitas.
Baca Juga:Hari Kebangkitan Nasional 2026 Bukan Libur: Ini Daftar Tanggal Merah Awal JuniĀ 26 Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 Mei 2026, Banyak Hadiah Gratis Menanti Survivors
Rusdy Nurdiansyah, mantan rekan kerjanya di Republika yang pensiun pada 2022, mengenang sosok Abeng dengan penuh apresiasi. Menurut Rusdy, Abeng pernah bertugas di Depok, Jawa Barat, selama dua tahun (2012-2014), meliput isu megapolitan dan berbagai peristiwa perkotaan.
Salah satu momen paling berkesan yang diingat Rusdy adalah ketika mereka berdua ditugaskan meliput kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak pada Mei 2012.
“Kami berdua ditugaskan Republika ikut melakukan pencarian kotak hitam,” terangnya.
Abeng juga sering terlibat dalam liputan bencana alam dan kasus kriminal, menunjukkan keberanian dan ketangguhan mental yang luar biasa. Pengalaman-pengalaman ini membentuknya menjadi jurnalis yang mampu menghadirkan liputan in-depth dan investigasi berkualitas tinggi.
Misi Kemanusiaan yang Berujung TragediPada pertengahan Mei 2026, Abeng bersama rekan jurnalis Republika lainnya, Thoudy Badai (Ody), bergabung dengan sembilan warga negara Indonesia dalam armada Global Sumud Flotilla.
Misi ini bertujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza yang tengah mengalami krisis akibat konflik berkepanjangan. Kapal yang ditumpangi Abeng, Boralize, dicegat oleh pasukan Israel di perairan Mediterania dekat Siprus pada Senin, 18 Mei 2026.
Sebelum ditangkap, Abeng sempat mengirimkan video SOS sesuai protokol keselamatan flotilla. Dalam rekaman tersebut, ia menyatakan dengan tegas, “Saya Bambang Noroyono alias Abeng, saya warga negara Indonesia dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.”
Ia juga memohon kepada pemerintah Indonesia untuk membebaskannya dari “penculikan tentara penjajah Zionis Israel” dan terus mendukung kemerdekaan Palestina.
