Jejak Sejarah dan Pemikiran Dari Lahirnya Hari Kebangkitan Nasional

(Istimewa)
Organisasi Boedi Oetomo cikal bakal hari kebangkitan nasional (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– ​Setiap tanggal 20 Mei, langit Indonesia selalu dihiasi dengan kibaran bendera merah putih dan gema upacara serentak di berbagai penjuru negeri. Kita mengenalnya sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Namun, di balik seremonial tahunan tersebut, ada sebuah kisah epik tentang pergeseran taktik perjuangan, keberanian mendobrak feodalisme, dan lahirnya kesadaran modern sebagai satu bangsa.

​Lebih dari seabad lalu, Indonesia yang kita kenal hari ini belumlah ada. Hanya ada untaian pulau di bawah cengkeraman kolonialisme Hindia Belanda, di mana masyarakatnya terkotak-kotak dalam sekat kedaerahan dan kasta sosial yang diskriminatif.

Baca Juga:Sepak Terjang Abeng, Jurnalis Republika yang Diculik Tentara Zionis Israel Demi Misi KemanusiaanEks Ketua BEM UGM 2026 Minta Pendukung 02 Minta Maaf dan Tulis Pernyataan Penyesalan

​Fajar Budi Utomo: Ketika Pena Lebih Tajam dari Senjata

​Titik balik sejarah itu terjadi pada 20 Mei 1908 di sebuah ruang kelas sederhana di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), sekolah kedokteran Jawa di Batavia.

Sekelompok pemuda terpelajar yang dipelopori oleh Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Soeraji, atas inspirasi dari dr. Wahidin Soedirohoesodo, resmi mendirikan sebuah organisasi bernama Budi Utomo.

​Sebelum tahun 1908, perlawanan terhadap penjajah Belanda selalu bertumpu pada kekuatan fisik dan bersifat lokal. Perang Diponegoro, Perang Padri, dan perlawanan Sultan Hasanuddin adalah contoh nyata perjuangan yang luar biasa, namun mudah dipatahkan karena sifatnya yang masih kedaerahan (provinsialisme). Ketika sang pemimpin tertangkap, maka padam pula perlawanan tersebut.

​Budi Utomo hadir membawa formula baru yaitu perjuangan melalui organisasi, diplomasi, dan pendidikan. Mereka menyadari bahwa untuk mengalahkan bangsa penjajah yang modern, bumiputera harus cerdas, terorganisir, dan memiliki visi yang melampaui batas-batas suku.

Langkah awal Budi Utomo berfokus pada perbaikan pendidikan dan kebudayaan, sebuah fondasi krusial untuk menyadarkan masyarakat akan hak-hak mereka sebagai manusia merdeka.

​Mengapa 20 Mei? Kebangkitan yang Sempat Diperdebatkan

​Menariknya, penetapan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional tidak terjadi secara otomatis saat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Keputusan ini baru lahir pada tahun 1948 di tengah situasi negara yang sedang genting.

​Saat itu, Indonesia yang baru seumur jagung harus menghadapi Agresi Militer Belanda, sementara di dalam negeri terjadi perpecahan politik yang hebat antargolongan. Sadar bahwa bangsa ini terancam runtuh dari dalam, Presiden Soekarno mencari sebuah pemantik untuk menyatukan kembali rakyat.

0 Komentar