RADARGARUT– Dalam sebuah langkah provokatif yang kembali menyita perhatian publik, Tiyo Ardianto, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), membuat surat permohonan maaf terbuka yang ditujukan khusus bagi para pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 02) pada Pemilu Presiden 2024.
Surat tersebut dibagikan Tiyo melalui akun Instagram pribadinya. Ia sengaja menyusun template sederhana yang bisa diisi dan ditandatangani oleh siapa saja yang merasa “menyesal” telah mencoblos pasangan tersebut.
Format suratnya lugas dan formal dengan bentuk seperti berikut:
SURAT PERMOHONAN MAAFSaya yang bertanda tangan di bawah ini,Nama : …Alamat : …Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah memilih PRABOWO – GIBRAN pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2024.
Baca Juga:Hari Kebangkitan Nasional 2026 Bukan Libur: Ini Daftar Tanggal Merah Awal JuniĀ 26 Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 Mei 2026, Banyak Hadiah Gratis Menanti Survivors
Langkah ini bukan sekadar gimmick media sosial semata. Melalui caption yang menyertainya, Tiyo kembali melontarkan narasi kritis yang sudah kerap ia sampaikan sejak menjabat sebagai ketua BEM.
“Memilih pemimpin bodoh itu kesalahan, tapi membiarkannya terus berkuasa itu kebodohan. Silakan,” tulisnya.
Latar Belakang Aktivisme Tiyo
Tiyo Ardianto dikenal sebagai sosok mahasiswa yang vokal dan berani. Sebagai alumnus filsafat UGM dengan prestasi juara puisi tingkat nasional, ia kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga isu APBN.
Kritiknya yang tajam membuatnya sering mendapat sorotan, bahkan teror, termasuk yang menyasar keluarganya. Meski demikian, Tiyo menyatakan tetap teguh pada sikap kritisnya.
Masa kepemimpinannya di BEM UGM telah berakhir pada akhir Maret 2026. Namun, ia terus melanjutkan pergerakan dengan semangat yang sama, mewaspadai apa yang ia sebut sebagai “kegelapan” di Republik.
Surat permohonan maaf ini menjadi bentuk ekspresi terbaru dari ketidakpuasannya terhadap hasil pemilu lalu dan jalannya pemerintahan saat ini.
Respon dan Polemik yang Muncul
Aksi Tiyo ini langsung memicu beragam reaksi di masyarakat. Bagi sebagian pendukung Prabowo-Gibran, surat ini dianggap sebagai bentuk penghinaan dan sarkasme berlebihan.
Baca Juga:Harga Samsung Turun Besar di 2026! Galaxy A hingga S Series Kini Makin Worth It DibeliViral Di Dunia Internasional! Pidato Prabowo Soal Dolar Jadi Pembahasan Media Jiran
Sementara bagi kalangan kritis dan oposisi, langkah ini dilihat sebagai cara kreatif untuk mengingatkan publik akan pentingnya akuntabilitas pemimpin dan hak untuk menyesali pilihan politik.
