Ratusan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

(Disways)
Ratusan siswa di Bogor dilarikan ke rumah sakit dengan gejala keracunan MBG (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Kabupaten Bogor digegerkan oleh kasus keracunan massal yang menimpa puluhan hingga ratusan siswa di SMP Negeri 2 Cisarua, Rabu, 21 Oktober 2026.

Peristiwa yang bermula dari konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) ini membuat ratusan pelajar mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare. Hingga sore hari, jumlah korban yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan mencapai 103 orang, mayoritas dari kelas VII dan VIII.Kronologi kejadian dimulai pagi hari.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01, Cisarua, mendistribusikan paket MBG ke sekolah tersebut pada pukul 08.03 WIB. Hanya sekitar 27 menit kemudian, tepatnya pukul 08.30 WIB, Kepala SPPG menerima laporan dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa mulai mengeluh mual dan muntah.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Kabupaten Garut Hari Ini: Berawan Dominan, Waspadai Hujan Ringan di Beberapa KecamatanMassa Demo Panjat Monumen, Bentangkan Spanduk 5 Tuntutan untuk Prabowo

Menjelang pukul 10.00 WIB, jumlah korban terus bertambah. Satu siswa bahkan dilaporkan mengalami diare.

Kepala SPPG segera mendatangi lokasi pada pukul 08.40 WIB untuk berkoordinasi. Pihak terkait, termasuk puskesmas, rumah sakit, Babinsa, dan unsur pemerintah setempat, bergerak cepat.

Para siswa yang mengalami gejala langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua. Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman membenarkan evakuasi massal tersebut.

“Hampir 80 siswa sudah masuk rumah sakit. Kami utamakan keselamatan dan evakuasi anak-anak terlebih dahulu,” ujarnya.

Hingga sore hari, jumlah korban meningkat menjadi 103 orang. Sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan, sementara yang lain masih dalam observasi.

Dalam penelusuran awal, SPPG menemukan dugaan kerusakan pada susu kemasan Diamond UHT Full Cream yang ikut didistribusikan dalam paket MBG. Ketua SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01, Fima, menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf atas kejadian yang dialami para siswa SMP Negeri 2 Cisarua. Kami berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” katanya.

Baca Juga:Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk Kritik Kinerja Pemerintah Ditahan Delapan Jam di Polda Metro JayaDewan Ekonomi Nasional Ungkap Siswa Mampu Lebih Banyak Terima MBG Daripada Siswa Desil Satu

Pihaknya berkomitmen mendukung penanganan korban dan mengikuti proses pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti.

Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan pemerintah daerah menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan siswa di RSPG Cisarua.

“Pemkab Bogor memastikan mereka mendapatkan perawatan yang terbaik dan tercepat di RS Goenawan Partowidigdo, kami pun menanggung semua pembiayaan perawatan mereka,” tegasnya.

0 Komentar