RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Secara umum, kondisi cuaca di wilayah ini diperkirakan didominasi oleh langit berawan dengan suhu yang relatif sejuk hingga hangat.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah pegunungan dan selatan kabupaten.Menurut data resmi dari situs BMKG, Kecamatan Garut Kota diprakirakan berawan dengan rentang suhu 19–27 derajat Celsius dan kelembapan udara 53–91 persen.
Kondisi serupa juga berlaku di kecamatan-kecamatan utama lainnya seperti Karangpawitan (berawan, 19–28°C), Wanaraja (berawan, 19–28°C), Tarogong Kaler (berawan, 19–29°C), dan Tarogong Kidul (berawan, 19–27°C).
Baca Juga:Polres Garut Amankan Tiga Pemuda yang Ugal-ugalan Dipengaruhi Alkohol di Jalan Ciledug GarutMahasiswa Geruduk Jakarta: 5 Tuntutan Keras di Ultah Kedua Pemerintahan Prabowo-Gibran
Di wilayah dataran lebih rendah dan tengah, seperti Banyuresmi, Leles, Kadungora, Leuwigoong, Cibatu, serta Kersamanah, langit juga diperkirakan berawan dengan suhu maksimum mencapai 30–31 derajat Celsius.
Kelembapan udara di area-area tersebut cukup tinggi, berkisar antara 36–97 persen.Sementara itu, beberapa kecamatan di wilayah selatan dan pegunungan menunjukkan potensi hujan ringan.
Kecamatan Pasirwangi diprakirakan hujan ringan dengan suhu 17–26°C, Sukaresmi hujan ringan 17–25°C, Bungbulang hujan ringan 18–28°C, Pamulihan hujan ringan 16–26°C, Cisewu hujan ringan 18–27°C, dan Talegong hujan ringan 16–25°C.
Di sisi lain, kecamatan seperti Malangbong, Bayongbong, Cigedug, Cisurupan, Cikajang, Banjarwangi, Cihurip, Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Mekarmukti, dan Caringin justru cenderung cerah atau cerah berawan dengan suhu yang lebih hangat, terutama di wilayah pesisir selatan yang bisa mencapai 29–30°C.
Kondisi cuaca berawan yang meluas ini dipengaruhi oleh pola sirkulasi udara lokal di wilayah Jawa Barat. Kelembapan tinggi yang tercatat di hampir seluruh kecamatan berpotensi memicu pertumbuhan awan cumulus, yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi hujan lokal, khususnya pada siang hingga sore hari.
Suhu minimum di dataran tinggi seperti Cisurupan, Cigedug, dan Talegong tercatat lebih rendah (14–16°C pada malam/pagi hari), sehingga masyarakat di kawasan tersebut diingatkan untuk memakai pakaian yang lebih hangat saat pagi.
