GARUT – Kondisi Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) di Kabupaten Garut saat ini mengalami fluktuatif harga, terutama harga beberapa jenis komoditas cabai yang terlihat signifikan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi, mengatakan supply untuk komoditas percabai an memang belum masuk secara maksimal.
Ditambah, kata dia, untuk sekarang permintaan masyarakat terkait komoditas cabai pun masih cenderung tinggi.
Baca Juga:Hadapi Musim Tanam Penghujan, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di JabarSoroti Kebakaran TPA Pasirbajing, DPRD Desak Pemkab Garut Hentikan Sistem Open Dumping
“Jadi belum memasuki musim panen, jadi supply ke pasar memang masih bertahap, belum optimal supply-nya, sehingga di satu sisi ini kan supply and demand,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lapangan Setda Garut, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sesuai data terbaru di Minggu sekarang beberapa bapokting mengalami fluktuatif harga, seperti telur ayam boiler mengalami kenaikan 0,3 persen.
Tak hanya itu, kenaikan komoditas beberapa jenis cabai pun tercatat naik signifikan, dari kenaikan cabai merah keriting 2,7 persen, bahkan hingga cabai rawit hijau diangka 17,8 persen kenaikannya.
“Cabai merah keriting di 2,7 persen, cabai merah besar di 6,3 persen, cabai rawit hijau ini cukup besar di 17,8%, bawang merah 1,2% kenaikan dari minggu yang lalu,” jelasnya.
Namun dibaalik itu, ada beberapa komoditas juga yang mengalami penurunan, seperti daging ayam boiler turun Rp500 rupiah, bahkan cabaibrawit merah cukup signifikan turun 13,8 persen.
“Cabai rawit merah Itu turun cukup signifikan itu 13,8 persen dari minggu yang lalu Ini turun 10 ribu lumayan cukup besar, bawang putih impor juga turun di Rp333 rupiah,” katanya.
Ridwan mengungkapkan, dengan kondisi musim kemarau yang panjang ini sangat berpengaruh terhadap komoditas cabai.
Baca Juga:KNPI Garut Desak BPS-Dinsos Perjelas Perubahan Data DesilJelang Nataru 2026, Disparbud Garut Genjot Promosi Kejar Target 3 Juta Wisatawan
“Tentu berpengaruh dimana pergantian musim ini kan apalagi ini kemarauannya lumayan agak panjang ya, jadi ini berpengaruh ke musim tanam dan otomatis siklusnya juga bergeser,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan, memang komoditas cabai saat ini sangat terlihat adanya kenaikan bahkan penurunan harga secara signifikan.
“Yang naik signifikan itu di cabai rawit hijau, sedangkan yang turun signifikan itu di cabai rawit merah, jadi cabai-cabai an ada naik turun nya,” tambahnya.
