Deteksi Dini Penyakit Menular, Rutan Garut Periksa Puluhan Warga Binaan

istimewa
Deteksi Dini Penyakit Menular, Rutan Garut Periksa Puluhan Warga Binaan
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui pemeriksaan penyakit menular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap warga binaan memperoleh akses layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.

Bekerja sama dengan Puskesmas Siliwangi Garut, Rutan Kelas IIB Garut menggelar pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV di gazebo Rutan, Rabu (21/10/2026).

Sebanyak 51 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pemeriksaan tersebut. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif HIV. Namun, petugas kesehatan menemukan dua hasil reaktif sifilis dan dua hasil reaktif Hepatitis C.

Baca Juga:Apresiasi Loyalitas dan Dedikasi Nasabah, PNM Garut Berikan Hadiah Umrah kepada Dua Perempuan InspiratifLola Nelria Oktavia Nahkodai NasDem Garut, Siapkan Penguatan Kader dan Kerja Nyata Menuju Pemilu 2029

Temuan tersebut memerlukan perhatian dan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan. Sebab, hasil reaktif pada pemeriksaan awal belum dapat dinyatakan sebagai diagnosis definitif.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muhammad Harun Al Rasyid menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan.

Menurut Harun, penyelenggaraan pemasyarakatan membutuhkan dukungan berbagai instansi agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan lebih optimal.

“Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Garut menjadi bagian penting untuk bersama-sama memberikan pelayanan dan pembinaan yang semakin baik,” ujar Harun.

Komitmen kerja sama tersebut, menurutnya sejalan dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas Siliwangi yang menjadi salah satu mitra Rutan Garut dalam mendukung pelayanan medis bagi warga binaan.

“Pemeriksaan penyakit menular memiliki peran penting dalam lingkungan pemasyarakatan. Melalui deteksi dini, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga warga binaan yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh pemeriksaan lanjutan,” jelas Harun.

Selain itu, sebut Harun, pemantauan kesehatan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan mendukung keberlangsungan kegiatan pembinaan.

Baca Juga:Mempertahankan Kualitas Jalan Bungbulang-Cijayana untuk Masyarakat dan WisatawanRevitalisasi Satuan Pendidikan di Mekarmukti Capai Tahap Akhir, Mebelair Masih dalam Perjalanan

Dalam berbagai kesempatan, Harun turut menekankan bahwa pembinaan warga binaan bukan hanya berkaitan dengan aktivitas selama menjalani masa penahanan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.

Pandangan tersebut menunjukkan pentingnya pelayanan pemasyarakatan yang menyeluruh, termasuk pemenuhan hak kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar warga binaan.

0 Komentar