GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, bersama instansi terkait terus melakukan pembersihan material pasar Andir pasca terjadinya kebakaran beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi, mengatakan Pasar Andir sudah ditetapkan status darurat bencana selama 14 hari kedepan.
Sehingga, kata dia, untuk sekarang dalam tujuh hari pertama sudah selesai pembersihan material pasca kebakaran.
Baca Juga:Hadapi Musim Tanam Penghujan, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di JabarSoroti Kebakaran TPA Pasirbajing, DPRD Desak Pemkab Garut Hentikan Sistem Open Dumping
“Alhamdulillah untuk tujuh hari pertama itu sudah selesai tanggap darurat untuk pembersihan dan evakuasi,” ujarnya belum lama ini.
Lanjut dia, untuk kedepannya dalam kurun waktu 14 hari berjalan ini tengah dilakukan pemasangan penutup atap dengan kontruksi baja ringan dan spandeks.
Terkait aktivitas pedagang, menurut Ridwan, tidak ada relokasi sementara, namun untuk saat ini diberlakukan jadwal berdagang, dari mulai pukul 5 pagi hingga 10 siang, dan dilanjutkan pekerjaan pemasangan atap yang tengah berjalan.
“Jadi mereka berdagang dari pukul 5 pagi sampai pukul 10, setelah itu dilanjutkan pekerjaan pemasangan atap setelah sebelumnya di sterilisasi dulu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk anggaran perbaikan pasar Andir setelah dilakukan peninjauan, dihitung dengan beberapa instansi terkait itu membutuhkan sekitar Rp1,5 miliar.
“Setelah dihitung bersama tim teknis dari PUPR dan hasil audit juga dan verifikasi dengan Inspektorat, itu mengusulkan untuk kebutuhan perbaikan darurat itu di 1,5 miliar sekian, dari APBD,” jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk anggaran perbaikan yang 1,5 miliar tersebut full dari APBD Garut, untuk bantuan dari Pemprov Jabar maupun pusat belum diajukan, dikarenakan masih penanganan darurat.
Baca Juga:KNPI Garut Desak BPS-Dinsos Perjelas Perubahan Data DesilJelang Nataru 2026, Disparbud Garut Genjot Promosi Kejar Target 3 Juta Wisatawan
“Kalau untuk revitalisasi ya mungkin nanti ada kesempatan tahun berikutnya kami akan mengusulkan baik itu ke provinsi dan juga ke kementerian perdagangan,” sebutnya.
Namun, jika secara ideal untuk memperbaiki sebuah pasar yang setelah dihitung oleh Dinas PUPR maka membutuhkan sekitar Rp3,5 miliar.
“Setelah dihitung oleh dinas PUPR itu kurang lebih ideal nya di 3,5 miliar ya untuk satu pasar andir ya, terutama yang terdampak kebakaran,” lanjutnya.
Terkait stimulan bantuan finansial ke pedagang dari Pemkab Garut, menurut Ridwan, masih diusulkan dan mengingat kondisi Garut saat ini tengah mengalami efisensi atau keterbatasan APBD, dan tengah mencari skema lain.
