GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika maupun minuman keras (miras) di kalangan anak-anak, agar mewujudkan Garut bebas dari narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengatakan menurut informasi dari para Guru hingga saat ini belum ada temuan anak yang terkena narkoba.
Namun, justru yang paling ditakutkan peredaran narkoba melalui Rokok Elektrik atau Vape, yang biasanya zat narkobanya dicampurkan ke dalam Liquid atau cairan Vape.
Baca Juga:Hadapi Musim Tanam Penghujan, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di JabarSoroti Kebakaran TPA Pasirbajing, DPRD Desak Pemkab Garut Hentikan Sistem Open Dumping
“Tidak hanya di narkoba karena kalau dari temuan Bapak Ibu Guru belum sampai ada yang anaknya terkena narkoba, tapi yang lebih mengkhawatirkan itu vape rokok yang dibawa umur, terus sama itu miras ya masih banyak,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media di kantor MUI Garut.
Sehingga langkah dari Pemkab Garut, kata Putri, harus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait untuk melakukan fungsi penegakan, dikarenakan Pemkab hanya bisa melakukan gerakan bersama.
“Jadi lebih ke gerakan bersama gimana caranya memberikan penindakan tegas untuk para pengadar penyelenggara minuman keras, narkoba kan di kita masih zero kan, zero tolerance gitu,” ucapnya.
Disisi lain, menurut Putri, pihaknya justru ingin merubah tata kota terutama di area dekat SOR Kerkof yang dinilai gelap dan bisa memicu aksi peredaran bahkan hingga mengkonsumsi narkoba bahkan minuman keras.
“Tapi banyak sih hal kayak misalnya, saya sih pinginnya perubahan tata kota di situ ya, di Kerkof supaya tidak gelap, bukan cuma dilampuin, tapi keramainya dipindahkan ke area yang sangat rawan itu, kan kalau wiskul di sana udah rame maksud saya disini juga harus rame,” ungkap Putri.
Wabup Soroti Peredaran Tramadol yang Masih Terjadi di Kabupaten Garut, Khususnya Para Pelajar
Menurutnya, peredaran Tramadol awalnya diduga dikonsumsi oleh para pekerja yang dinilai bisa menambah tenaga, yang akhirnya disalahgunakan oleh anak-anak.
“Yang katanya kalau minum itu jadi lebih kuat, ternyata kemudian disalahgunakan ke anak-anak dan saya masih mendengar masih ada laporannya,” kata Putri.
