Bau Menyengat dan Asap Tebal Resahkan Warga Copong, APKI Sebut Limbah Kulit Diduga Berasal dari Luar Garut

Kumpulan asap tebal akibat pembakaran limbah kulit di Kampung Copong, kelurahan Sukamentri, Garut. (Istimewa)
Kumpulan asap tebal akibat pembakaran limbah kulit di Kampung Copong, kelurahan Sukamentri, Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Pembakaran limbah kulit di Jalan Sudirman, Kampung Copong, RW 026, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, menimbulkan asap tebal dan bau menyengat yang dikeluhkan warga, Sabtu (19/9/2026).

Tumpukan limbah tersebut berada di seberang SPBU Copong. Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan limbah dibuang maupun awal mula terjadinya pembakaran.

NN (45), warga setempat, mengatakan dirinya mulai mencium bau asap sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, aroma yang tercium masih belum terlalu kuat.

Baca Juga:Tunggakan BPJS Kesehatan Lansia Disorot, Minta Dasar Tagihan Dibuka TransparanPemanfaatan Teknologi Pertanian Baru 40,35 Persen, Distan Akui Masih Tertinggal

“Kalau tepatnya kapan datangnya limbah kulit dan terjadinya pembakaran saya tidak tahu. Saya hanya merasakan pengap dengan polusi udaranya. Cuma yang saya rasakan sekitar pukul 05.00 WIB kurang lebih bau asap menyengat sudah ada, cuma gak terlalu kencang,” ujar NN.

Keluhan serupa disampaikan Hardi, petugas keamanan Komplek Mandala Residence. Ia menyebut bau asap telah tercium sejak pagi dan semakin menyengat ketika memasuki siang hari.

“Baunya kecium sejak pagi, cuma tidak terlalu tajam. Ketika siang baru aroma tak sedap mulai pekat, bahkan terjadi asap tebal,” ucap Hardi.

Menurutnya, asap pekat yang muncul bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna Jalan Sudirman karena mengurangi jarak pandang.

“Saya khawatir kalau tidak segera dipadamkan akan berakibat juga terhadap keselamatan pengguna jalan,” lanjutnya.

Kekhawatiran tersebut kemudian mendorong AND (31), warga Mandala Residence, melaporkan kondisi itu kepada pihak Kelurahan Sukamentri agar segera ditangani.

“Dengan kondisi asap tebal seperti itu, saya akan menghubungi Pak Lurah menyampaikan kejadian ini. Saya meminta segera untuk menindaklanjuti hal tersebut, agar keselamatan para pengguna jalan juga terjaga dan polusi pembakaran ini yang berdampak terhadap kesehatan,” kata AND.

Baca Juga:Disdik Garut Verifikasi 46 Ribu Data ATS dan APS, LCC-LCT hingga POPKAB Jadi Bagian Upaya Perkuat PendidikanSetahun Tinggal di Gubuk, Didin Rudini Dievakuasi ke Rumah Singgah Dinsos Garut

Menindaklanjuti laporan warga, Lurah Sukamentri Wijiyono mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi tumpukan limbah yang terbakar.

Karena api sulit dipadamkan secara manual, pihak kelurahan kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut.

Petugas Damkar tiba dan melakukan penanganan sekitar pukul 19.18 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.38 WIB.

0 Komentar