BAZNAS Pusat Akan Wawancarai 10 Calon Pimpinan pada 11 November

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, Muhamad Yusup Sapari. (Ale/Radar Garut)
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, Muhamad Yusup Sapari. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Persiapan seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut memasuki tahapan wawancara.

Sebanyak 10 calon yang merupakan perwakilan Organisasi Masyarakat (ormas) Islam dijadwalkan mengikuti wawancara bersama BAZNAS Pusat pada 11 November 2026 di Kabupaten Garut.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Mohamad Yusup Sapari didampingi ketua umum MUI Garut KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani.

Baca Juga:Cegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Penyelamat di Kawasan Wisata Pantai SelatanPemkab Garut Pangkas TPP Seluruh ASN 15 Persen, Anggarannya Dialihkan untuk Pembangunan

Ia menjelaskan, pihak BAZNAS Pusat akan datang langsung ke Garut untuk melakukan wawancara terhadap 10 calon tersebut.

Menurut Yusup, setelah proses wawancara selesai, hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan Bupati Garut untuk menentukan lima orang yang akan ditetapkan sebagai pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut.

“BAZNAS Pusat akan datang ke Garut, kemudian mewawancarai 10 orang. Nantinya, Pak Bupati akan menentukan lima orang berdasarkan hasil wawancara tersebut,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam proses seleksi tersebut, pihaknya tidak melihat latar belakang atau asal organisasi masing-masing calon.

Seluruh perwakilan ormas Islam yang mengikuti seleksi merupakan bagian dari unsur yang berada dalam lingkungan MUI.

Sejumlah ormas yang disebutkan di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), serta organisasi Islam lainnya.

Terkait kemungkinan pembagian formasi berdasarkan keterwakilan ormas, seperti yang selama ini kerap diterapkan, Yusup menyebutkan bahwa hal tersebut belum menjadi pembahasan dalam pertemuan terakhir bersama Bupati Garut.

Baca Juga:Usai Dugaan Keracunan Wisatawan, Disparbud Garut Tingkatkan Sertifikasi Pengelola MakananPUPR Garut Sebut Pemadatan Saat Kemarau Diduga Picu Jalan Penghubung Banjarwangi-Peundeuy Amblas

Menurutnya, proses seleksi harus terlebih dahulu mengedepankan hasil wawancara dan penilaian dari BAZNAS Pusat.

Dengan demikian, penentuan lima calon terpilih tidak semata-mata didasarkan pada pembagian kuota organisasi.

“Kalau tadi belum dibicarakan masalah pembagian formasi. Kita akan melihat dulu hasil wawancara dengan BAZNAS Pusat. Jangan sampai sudah membagi-bagi formasi, tetapi ternyata hasil wawancaranya kurang baik,” jelasnya.

Adapun mengenai waktu pengumuman lima calon terpilih, Yusup mengatakan belum ada kepastian. Pemerintah Kabupaten Garut akan terlebih dahulu melihat hasil wawancara pada 11 November sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Ia memperkirakan, setelah tahapan wawancara tersebut, kemungkinan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas hasil seleksi dan proses penentuan lima calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut.

0 Komentar