GARUT – Suasana malam di kawasan Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Yogya Garut, mendadak tegang. Pada Sabtu, 7 November 2026 sekitar pukul 03.20 WIB, Tim Patroli Sat Samapta Polres Garut berhasil menggagalkan rencana brutal sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan penyerangan. Sebanyak 21 pemuda tak berkutik saat diringkus petugas.
Aksi cepat ini bermula dari laporan warga yang resah melihat gerak-gerik mencurigakan sekelompok orang yang berkumpul di lokasi tersebut. Tanpa buang waktu, Tim Patroli Sat Samapta Polres Garut langsung meluncur ke tempat kejadian untuk memastikan situasi.
Begitu tiba di lokasi, kecurigaan petugas terbukti. Sebanyak 21 pemuda yang sebagian besar masih di bawah umur berhasil diamankan.
Baca Juga:Daging Ayam di Balik Ompreng MBG Diduga Jadi Penyebab Ratusan Siswa di Garut Termasuk Guru Alami KeracunanDiduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, 132 Orang di Garut Alami Gejala Mual dan Muntah
Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka merupakan aliansi dari beberapa gabungan kelompok, yakni Senju, PMGI, dan Warmih, yang diduga tengah bersiap melancarkan serangan terencana terhadap kelompok lain.
Deretan Barang Bukti Berbahaya Disita
Saat penggeledahan dilakukan, dari tangan para pemuda ini polisi menyita sejumlah barang bukti yakni, tiga bilah senjata tajam berupa satu golok panjang, satu celurit, dan satu samurai, kemudian dua botol yang diduga berisi bahan bakar untuk merakit bom molotov.
Barang Bukti Lainnya: 12 unit sepeda motor serta 12 botol minuman keras (terdiri dari 7 botol Intisari dan 5 botol ciu).
“Seluruh pemuda beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Garut untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Iptu Ana Gumilang, Kasat Samapta Polres Garut.
Pengamanan ini merupakan wujud nyata upaya preventif Sat Samapta Polres Garut demi meredam potensi tawuran, penyerangan antarkelompok, hingga aksi kriminalitas jalanan yang mengancam nyawa warga.
Pihak kepolisian turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang sigap melapor. Peran aktif warga terbukti menjadi benteng pertahanan pertama dalam mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Di sisi lain, Polres Garut melayangkan peringatan dan imbauan penting kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka, khususnya saat jam rawan di malam hingga dini hari, guna mencegah mereka terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan.
