Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, 132 Orang di Garut Alami Gejala Mual dan Muntah

Radar Garut
Ratusan siswa di Garut menjalani perawatan akibat dugaan keracunan usai menyantap MBG. (Rizka/Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Dugaan keracunan makanan terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Dari pantauan Radar Garut, sebanyak 132 orang mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan investigasi dan penanganan terhadap para korban setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara, dari 132 orang yang mengalami gejala, sebanyak 69 orang mendapatkan penanganan rawat jalan.

Baca Juga:Kepemimpinan Sekda Nurdin Yana Purna Tugas, Bupati Lantik Satria Budi Jadi PJ SekdaIklan no na x Shopee Tuai Respons Positif, Netizen Ikut Ramaikan Dance Challenge

Sementara itu, 15 orang lainnya sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni 11 orang di Puskesmas Melangbong dan empat orang di Puskesmas Citras.

“Namun, ada dua orang yang sudah dipulangkan. Berarti sisanya 13 orang masih perlu observasi,” ujar Asep saat memberikan keterangan.

Asep menjelaskan, gejala yang paling banyak dialami para korban di antaranya mual, muntah, dan pusing.

Keluhan tersebut muncul dengan waktu yang bervariasi, mulai dari sore, malam, hingga pagi hari setelah makanan dikonsumsi.

Sampel Makanan Dikirim ke LaboratoriumUntuk memastikan penyebab kejadian tersebut, petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

Adapun sampel yang diamankan terdiri dari beberapa jenis makanan, di antaranya nasi, buncis, melon, dan daging ayam.

Menurut Asep, sampel tersebut rencananya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 14 hari.

Baca Juga:7.869 Hektare Sawah di Garut Tetap Panen di Tengah Musim Kemarau MelandaPolres Garut Ungkap 22 Kasus Narkoba, Sita Barang Bukti Rp1 Miliar Lebih

“Kita belum bisa memastikan apakah ini sumber makanan dari dapur SPPG atau makanan MBG. Yang pasti kita sudah mendapatkan sampelnya dan akan diperiksa di laboratorium,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Garut juga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah korban, mengingat keluhan kesehatan masih terus ditelusuri melalui pendataan di lapangan.

Asep menyebutkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari penelusuran tersebut memiliki jumlah penerima manfaat mencapai 2.827 orang.

Sementara itu, pendataan terhadap penerima manfaat yang mengalami gejala masih terus dilakukan melalui penelusuran menggunakan Google Form.

0 Komentar