GARUT – Persoalan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) masih menjadi salah satu tantangan pendidikan di Kabupaten Garut. Berdasarkan data yang diterima dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), tercatat sekitar 46 ribu ATS di Kabupaten Garut yang saat ini masih dalam proses verifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, mengatakan data tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.
“Ya data yang terakhir ATS di Kabupaten Garut itu sekitar 46 ribu yang data diterima dari Pusdatin tetapi masih proses verifikasi, ya semuanya tingkat SD, SMP, juga SMA ada,” ujar Asep saat diwawancarai, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga:Ditinggal Pegawai Saat Bakar Sampah, Gudang Rongsok di Bayongbong Garut Ludes TerbakarCKG Ungkap Banyak ASN Garut Alami Obesitas
Menurutnya, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya dari puluhan ribu data tersebut sebelum pemerintah menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Di tengah upaya tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut juga menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Cerdas Tepat (LCT) tingkat kabupaten bagi pelajar SD dan SMP.
Asep mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu dorongan Bupati Garut untuk membangun kembali gairah pendidikan, meningkatkan kemampuan literasi, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara positif di kalangan pelajar.
“Harapannya kita bisa menjalankan amanat Bupati, menginginkan di Kabupaten Garut untuk bisa bergairah didalam melakukan aktivitas pendidikan diantaranya Bupati mendorong untuk dilaksanakan LCC dan LCT untuk SD dan SMP,” katanya.
Untuk jenjang SMP, Asep menyebut sekitar 370 sekolah dari total 430 SMP di Kabupaten Garut mengikuti rangkaian LCC.
Peserta sebelumnya mengikuti proses penyaringan di masing-masing subrayon. Dari delapan subrayon, masing-masing mengirimkan dua wakil hingga terkumpul 16 grup yang masuk ke babak final tingkat Kabupaten Garut.
“Setelah itu masuk ke sini 16 besar ini adalah finalnya, totalnya 8 subrayon, jadi perwakilan subrayon itu dua, jadi ada 8 subrayon, 2 jadi 16 grup yang masuk ke sini setelah diseleksi di subrayon masing-masing,” jelas Asep.
Baca Juga:Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Samarang Garut DimatangkanPersoalan PKL di Garut Masih Belum Rampung, Tata Ruang Jadi Sorotan
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan kegiatan seperti LCC menjadi salah satu bagian dari upaya membuat sekolah menjadi ruang belajar yang lebih menarik bagi anak.
