GARUT — Selasa malam 25 Agustus berubah menjadi duka bagi Cucu dan Juhaenah. Sepasang lansia yang tinggal di Kampung Ciparay Gede, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, harus kehilangan tempat tinggal setelah rumah panggung yang mereka tempati roboh sekitar pukul 19.00 WIB.
Bangunan rumah tersebut sebelumnya memang sudah dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian konstruksinya mengalami pelapukan dan warga maupun keluarga telah mengetahui adanya risiko bangunan roboh.
Kekhawatiran itu akhirnya menjadi kenyataan. Saat malam tiba, rumah yang selama ini menjadi tempat Cucu dan Juhaenah berlindung tidak lagi mampu bertahan. Bangunan tersebut ambruk dan praktis tidak dapat ditempati kembali.
Baca Juga:Hanya 5 LPK di Garut Kantongi Sending Organization untuk Penempatan Kerja ke JepangPetani Garut Keluhkan Hasil Tani Tak Terserap MBG, Distan Ungkap Masalah Upstaker dan Bandar
Tangis pun pecah. Juhaenah bersama Cucu menangis sejadi-jadinya ketika melihat rumah mereka telah roboh. Di usia senja, keduanya kini harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal yang menjadi satu-satunya tempat berlindung.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, robohnya rumah meninggalkan kesedihan dan trauma bagi kedua lansia tersebut.
Kondisi Cucu dan Juhaenah kemudian mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, yang datang meninjau lokasi bersama BPBD Kabupaten Garut dan Pemerintah Desa Sukarasa.
Yudha membawa bantuan pribadi berupa sembako dan uang tunai. BPBD Kabupaten Garut juga menyalurkan bantuan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang terdampak musibah.
Namun, kebutuhan Cucu dan Juhaenah tidak berhenti pada bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka kini membutuhkan tempat tinggal yang layak setelah rumah yang selama ini ditempati roboh.
Yudha pun mendorong Pemerintah Kabupaten Garut agar hasil asesmen BPBD segera mendapat perhatian dan ditindaklanjuti.
“Tentunya harapan saya hasil asesmen BPBD kabupaten Garut bisa diperhatikan, bisa mendapatkan atensi dari Bupati Garut Ibu Wakil Bupati dan juga pak sekda,” ujarnya.
Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Tak Ada Aturan Jarak Antar Minimarket, Soroti Kejelasan 24 Jam OperasionalKlinik Armina Hadir Buka Layanan Ibu dan Anak, Bupati Garut Harapkan Bisa Menekan AKI dan AKB
Persoalan bantuan pembangunan rumah bagi Cucu dan Juhaenah menjadi tidak sederhana. Selain kondisi ekonomi, rumah tersebut berdiri di atas tanah carik desa sehingga keduanya menghadapi kendala untuk mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Kini, setelah rumah benar-benar roboh, kebutuhan bantuan menjadi jauh lebih mendesak.
