GARUT – Ketahanan Pangan Nasional, menjadi program strategis presiden Prabowo Subianto. Namun, kondisi saat ini anggaran untuk program tersebut terkena efisensi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dedi, membenarkan bahwa jika berbicara anggaran tidak menutup kemungkinan posisi tengah Efisensi atau Defisit.
“Kalau bicara keinginan, memang jelas kita kurang nih, kita kurang anggaran karena posisi anggaran di efisiensi atau defisit,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga:Hanya 5 LPK di Garut Kantongi Sending Organization untuk Penempatan Kerja ke JepangPetani Garut Keluhkan Hasil Tani Tak Terserap MBG, Distan Ungkap Masalah Upstaker dan Bandar
Namun, disamping itu Bupati Garut memberikan support anggaran tambahan ke Dinas Pertanian untuk terus menjalankan program strategis tersebut.
“Kemarin kita dengan Pak Bupati juga, yang lain mah betul-betul efisiensi, kita Dinas Pertanian dapat support anggaran gitu dari Pak Bupati sok ditambah gitu dan alhamdulillah ya,” ucapnya.
Ia memaparkan, untuk program ketahanan pangan nasional pada tahun 2025 Dinas Pertanian Garut mengalokasikan sebelum Rp61 miliar, namun berbeda dengan tahun 2026 sekarang terkena efisensi setengahnya.
“Jika bicara anggaran, memang awalnya kemarin kita besar nih kita teh Rp61 miliaran tahun 2025, nah tahun 2026 sekarang hanya Rp31 miliar gitu,” paparnya.
Demikian, kata Dedi, terkait nilai anggaran pada tahun 2026 Bupati Garut memberikan support anggaran Rp10 miliar, jadi dengan total alokasi anggaran ditahun 2026 sebesar Rp41 miliar.
“Sekarang Pak Bupati support tambah lagi menjadi 10 gitu kemarin alhamdulillah jadi 41. Yang lain mah benar-benar efisensi, kita ya alhamdulillah ada bantuan dari Pak Bupati,” katanya.
Selain itu, kata dia, disisi lain anggaran Efisensi atau berkurang, namun Kementerian Pertanian terus memberikan support, mendapatkan beberapa alat pertanian meskipun sebagai penerima manfaat.
Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Tak Ada Aturan Jarak Antar Minimarket, Soroti Kejelasan 24 Jam OperasionalKlinik Armina Hadir Buka Layanan Ibu dan Anak, Bupati Garut Harapkan Bisa Menekan AKI dan AKB
“Meskipun hanya penerima manfaat kadang-kadang kita dapat nih model dapat hand tractor, kayak alsintan, kayak bibit, kayak pupuk. Meskipun hanya sebatas penerima manfaat kan alhamdulillah,” ucap Dedi.
Dedi mengatakan, jumlah kelompok tani di Garut saat ini sekitar 6.615, sedangkan jumlah petani sekitar 490 ribu, maka dengan jumlah seperti itu kebutuhan anggaran masih kurang.
“Kelompok tani itu jumlah kita itu adalah 6.615 nih, jumlah petani yang ada di kelompok atau anggota itu kurang lebih hampir 490 ribu an, kalau bicara kebutuhan ya tadi masih kuranglah,” kata Dedi.
