DPMD Garut Lantik 2 Kades Hasil PAW, Jumardi Bidik Persoalan Air Bersih di Desa Cisewu

Bupati Garut Lantik 2 Kades Hasil PAW. (Rizka/Radar Garut)
Bupati Garut Lantik 2 Kades Hasil PAW. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah resmi melantik 2 Kepala Desa Pemilihan Antar Waktu (PAW), yaitu Desa Cidagod Kecamatan Sucinaraja, dan Desa Cisewu Kecamatan Cisewu.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Garut, Idad Badrudin, mengatakan untuk desa Margamulya Cikajang belum bisa dilantik masih menunggu pelaksanaannya, termasuk desa Lembang.

“Nah untuk desa Sukasenang Kecamatan Bayongbong dan desa Sudalarang Kecamatan Sukawening itu masih menunggu proses untuk PJS-nya, untuk pelaksanaan PJS-nya dan nantipun setelah PJS dilantik kita masuk ke tahapan,” ujarnya.

Baca Juga:Hanya 5 LPK di Garut Kantongi Sending Organization untuk Penempatan Kerja ke JepangPetani Garut Keluhkan Hasil Tani Tak Terserap MBG, Distan Ungkap Masalah Upstaker dan Bandar

Terkait total jumlah PAW ditahun 2026, kata Idad, belum bisa diprediksi dikarenakan sebelumnya sudah tercatat sekitar 24 desa namun ada perubahan dikarenakan berbagai alasan.

“Ternyata ada perubahan dengan takdirallah pun kita tidak bisa dihindari bahwa ada yang meninggal dunia, termasuk sudalarang. Jadi kita sebenarnya ini untuk yang belum pelaksana 2 desa, kita tahapan PJS 2 desa. Kalau dihitung dengan sekarang 22, kita ada 26 desa,” katanya.

Penyebab Kepala Desa harus di PAW, menurut Idad, sesuai regulasi biasa dikarenakan mengundurkan diri, meninggal dunia, ataupun ditetapkan melalui putusan pengadilan.

Ia menambahkan, sejauh ini yang paling banyak kades di PAW ialah akibat meninggal dunia. “Kita kalau dipresentasikan ya banyaknya yang meninggal dunia, kalau mengundurkan diri kita hitung tidak lebih dari dua orang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cisewu hasil PAW, Jumardi, mengatakan untuk langkah pertama menjabat akan mencari aset desa, dan memprioritaskan kebutuhan masyarakat.

“Mungkin langkah pertama saya itu mencari semua aset desa, serta Kebutuhan masyarakat yang sekarang ini masalah air bersih,” katanya.

Selain itu, pihaknya ketika mulai memimpin desa Cisewu itu akan memulai dari Rp0 rupiah, artinya permasalahan sebelumnya itu pertanggungjawaban kades sebelumnya.

Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Tak Ada Aturan Jarak Antar Minimarket, Soroti Kejelasan 24 Jam OperasionalKlinik Armina Hadir Buka Layanan Ibu dan Anak, Bupati Garut Harapkan Bisa Menekan AKI dan AKB

“Masalah persoalan yang lalu mungkin pertanggungjawaban mereka yang lalu. Untuk ke belakangnya, ke depannya, saya harus mulai bekerja dengan istilah “bersih”,” ungkapnya.

Dengan waktu singkat, kata Jumardi, pihaknya sudah menyatakan kepada masyarakat Desa Cisewu dan tidak berjanji bahwa akan mengembalikan marwah Desa cepat atau lambat.

0 Komentar