Garut Mundur dari Tuan Rumah MTQ Jabar 2026, Sekda: Butuh Anggaran Minimal Rp15 Miliar

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana. (Rizka/Radar Garut)
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Gelaran kegiatan keagamaan akbar yaitu ajang Musabaqah Tilawatil Al-Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026 resmi ditiadakan.

Keputusan tersebut, setelah adanya informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Garut mundur sebagai tuan rumah gelaran ajang MTQ tingkat Jabar tahun 2026 tersebut akibat keterbatasan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan proses menjadi tuan rumah gelaran MTQ Jabar ini berjalan lama.

Baca Juga:Dishub Garut Tetapkan 16 Titik Parkir Resmi di Kawasan PerkotaanJalan Singajaya-Banjarwangi Sudah Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Tunggu Hasil Verifikasi

Menurut Nurdin, alokasi anggaran untuk ajang MTQ tersebut lumayan besar, sehingga dengan adanya efisensi ataupun keterbatasan APBD ini mengharuskan Pemkab Garut mundur menjadi tuan rumah.

“Tapi kemudian dalam proses, ya memang karena alokasi anggarannya kan cukup besar, sehingga untuk tahun sekarang kan memang alokasinya itu kan tidak ada,” ujarnya saat diwawancarai Senin, 10 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, ajang MTQ tingkat Jabar ini sudah tertuang pada SE Provinsi bahwa akan diadakan setiap tahun, namun pada anggaran 2026 tidak dialokasikan untuk ajang tersebut.

“Sehingga pada waktu itu kita tidak memiliki alokasi anggaran 2026 ini. Kita juga bersiap di 2027, tapi 2027 karena posisi anggaran seperti begini, sehingga kita akhirnya tidak menyanggupi lah kurang lebih seperti itu,” jelasnya.

Nurdin menyebutkan, untuk ajang MTQ ini anggaran nya akan sharing antara Pemkab Garut dan Pemprov, namun pada bagian Pemkab minimal harus menyiapkan sebesar Rp15 miliar.

“Kalau untuk tuan rumah Ini sharing kan antara tuan rumah dengan provinsi variatif ya, idealnya kalau kita lihat yang lain itu kan minimal 15 miliar ya minimal untuk di daerah penyelenggara gitu,” sebutnya.

Dikarenakan Pemkab Garut sudah menolak menjadi tuan rumah dan akan menjadi catatan buruk di Pemprov, Nurdin menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan Provinsi.

Baca Juga:Iwan Bertahan Menjual Koran di Tengah Gempuran DigitalDisdik Garut Sebut Masuk Sekolah 06.30 Berpotensi Dipermanenkan, Hasil Evaluasi Disambut Baik Seluruh Pihak

“Ya kita kan sudah sampaikan. Nanti juga provinsi akan ke sini kok, akan menemui saya terkait dengan hal-hal seperti itu,” pungkasnya. (*)

0 Komentar