GARUT – Pemerintah Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau 2026. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi berbagai risiko, terutama kebakaran dan gangguan kesehatan.
Sekretaris Kecamatan Malangbong, Deden Munawar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, instansi terkait, dan para kepala desa untuk menyampaikan langkah-langkah pencegahan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kecamatan Malangbong mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok maupun membakar sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” ujar Deden.
Baca Juga:Bima Arya: Generasi Z Jadi Penentu Indonesia Maju pada 2045Operasi Malam Akhir Pekan, Polisi Amankan Miras, Knalpot Brong, dan Puluhan Preman
Menurutnya, kondisi lingkungan yang lebih kering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan sumber api.
Pemerintah kecamatan juga meminta para kepala desa meneruskan imbauan tersebut hingga ke tingkat RT dan RW, terutama mengenai keamanan di lingkungan rumah.
Warga diminta memastikan kompor telah dimatikan setelah selesai digunakan. Sementara masyarakat yang masih menggunakan tungku tradisional harus memastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur.
“Bagi warga yang menggunakan tungku, apinya harus dipastikan padam, bila perlu disiram dengan air agar tidak menyisakan bara yang dapat memicu kebakaran,” katanya.
Selain sumber api dari dapur, instalasi listrik juga menjadi perhatian. Deden mengingatkan warga agar memeriksa kondisi kabel, stopkontak, serta perangkat elektronik di rumah.
“Kami sudah menyampaikan kepada para kepala desa agar warga memeriksa instalasi listrik. Pastikan tidak ada kabel terkelupas dan hindari penggunaan stopkontak secara berlebihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, barang-barang yang mudah terbakar harus dijauhkan dari kompor maupun tungku. Masyarakat juga tidak diperbolehkan meninggalkan proses memasak tanpa pengawasan.
Baca Juga:Dua Pemuda Diamankan di Pasar Mawar, Polisi Temukan Celurit dan Minuman KerasGeber Motor Berknalpot Brong di Jalan Ibrahim Adjie, Dua Pemuda Diamankan Polisi
Pengelolaan sampah, lanjut Deden, perlu dilakukan secara aman. Pembakaran sampah secara terbuka dinilai berisiko menyebabkan api merambat ke kebun, lahan kering, maupun permukiman.
Di samping kewaspadaan terhadap kebakaran, masyarakat diminta menjaga kondisi kesehatan selama musim kemarau. Udara kering dan meningkatnya debu dapat memicu gangguan pernapasan serta menurunkan daya tahan tubuh.
