PFI Bentuk Tim di Carita Pantau Pencarian Jurnalis Hilang

(Disways)
Ketum PFI ungkap dampingi keluarga dari jurnalis yang hilang hingga beri bantuan operasional sebagai bentuk solidaritas (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Dwi Pambudi terus bergerak aktif mendampingi keluarga lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Ia menekankan pentingnya solidaritas sesama insan pers, terutama ketika rekan seprofesi menghadapi risiko tinggi saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pernyataan tersebut disampaikan Dwi Pambudi dalam rangkaian aksi doa bersama yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus wujud kebersamaan bagi para jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian.

Baca Juga:Bosan Main Game Online? Coba 3 Game Offline Ini yang Bikin Ketagihan Tanpa Kuota!Sar Bagi Enam Zona Wilayah Dalam Misi Mencari 5 Jurnalis Hilang Dalam Liputan Gunung Anak Krakatau

“Solidaritas itu selama kita hidup, bekerja dan berkarya sebagai jurnalis. Setiap hari kita bersama, mencari berita, membuat berita, kemudian mengirimkannya ke kantor. Itu menjadi kekuatan kita,” tegas Dwi.

Selain doa bersama, PFI juga memberikan dukungan nyata kepada keluarga korban. Organisasi tersebut membantu kebutuhan logistik maupun transportasi. Bahkan, PFI membentuk tim khusus di kawasan Carita, Banten, untuk memantau perkembangan pencarian secara langsung dan berkoordinasi terkait kebutuhan keluarga.

“Setiap malam keluarga mendapatkan laporan perkembangan dari tim PFI yang berada di Carita,” jelasnya.

Beberapa keluarga sempat menyampaikan keinginan untuk ikut memantau proses pencarian di laut. PFI berupaya memfasilitasi permintaan tersebut sambil tetap berkoordinasi erat dengan Basarnas dan tim SAR gabungan.

“Kami menawarkan bantuan, baik logistik maupun transportasi. Ada keluarga yang ingin ikut naik kapal untuk memantau pencarian,” ujar Dwi.

Lima jurnalis yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, adalah M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis freelance).

Mereka berangkat bersama tiga awak kapal yaitu Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu), menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan mereka meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 14.42–15.04 WIB sebelum kontak benar-benar hilang.

Baca Juga:September, Bulan Pencegahan Bunuh Diri: Saatnya Mulai Percakapan yang Menyelamatkan NyawaPersib Siap Hadapi Persija di SUGBK Akhir Pekan Ini, Simak Jadwal Lengkapnya!

Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat telah memasuki hari keempat hingga kelima. Tim memperluas area pencarian, mengerahkan kapal perang, helikopter, serta kapal SAR. Beberapa temuan seperti jaket pelampung sempat dilaporkan, namun belum memberikan kepastian keberadaan kedelapan orang tersebut.

0 Komentar