Ratusan Wartawan Bersatu Harapkan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Selamat dari Selat Sunda

(Disways)
Masyarakat lakukan aksi solidaritas dengan berdoa bersama untuk awak kapal dan jurnalis yang hilang dalam investigasi Gunung Anak Krakatau (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Suasana haru dan penuh keprihatinan menyelimuti kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat malam, 11 September 2026. Ratusan jurnalis dari berbagai media mulai dari media online, televisi, radio, hingga pewarta foto berkumpul dalam aksi solidaritas yang digelar Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ).

Mereka menggelar doa bersama, menyalakan lilin, dan memanjatkan harapan agar lima rekan seprofesi beserta tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Aksi ini diprakarsai sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian mendalam terhadap musibah yang menimpa rekan-rekan insan pers. Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudi (juga disebut Dwi Pambudo), menyampaikan harapan tulus di hadapan hadirin.

Baca Juga:Bosan Main Game Online? Coba 3 Game Offline Ini yang Bikin Ketagihan Tanpa Kuota!Sar Bagi Enam Zona Wilayah Dalam Misi Mencari 5 Jurnalis Hilang Dalam Liputan Gunung Anak Krakatau

“Untuk kawan-kawan kami yang meliput di Krakatau, harapannya semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya doa dan dukungan dari seluruh insan pers, sekaligus mengajak agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses pencarian tidak terganggu.

Kedelapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (28, pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (52, jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto atau Yudhis (jurnalis iNews), Firdaus Wajidi atau Daus (42, jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis freelance). Sementara tiga awak kapal meliputi Warta (55, kapten kapal), Surakman (60, ABK), dan Heriyanto (49, guide atau pemandu).

Peristiwa bermula pada Senin, 7 September 2026. Rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB.

Tujuan mereka adalah kawasan perairan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda untuk meliput aktivitas vulkanik terkini. Komunikasi terakhir tercatat sekitar pukul 14.42–15.04 WIB, saat salah satu anggota rombongan mengirimkan titik lokasi. Setelah itu, kontak hilang sepenuhnya.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, serta nelayan setempat terus digelar. Hingga hari keempat (11 September 2026), tim telah memperluas area pencarian, mengerahkan kapal perang, helikopter, dan kapal SAR.

0 Komentar