RADARGARUT– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya merespons kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang melanda unit bisnis Tokopedia.
PHK ini disebut-sebut mencapai 90 persen dari total karyawan menyusul akuisisi oleh TikTok yang kini menjadi pemegang saham mayoritas.
Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan bahwa perusahaan sebagai pemegang saham minoritas sebesar 24,99 persen di Tokopedia menghormati keputusan manajemen Tokopedia dalam melakukan penyesuaian organisasi.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Investor Ramai Buru Peluang Investasi Aman!Kenali Bata Merah dan Bata Ringan Sebagai Bahan Bangunan Rumah
“Perseroan menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ujar Simon dikutip dari beberapa media, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut GOTO, PHK tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Dampaknya hanya terbatas pada akun laba/rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.
Tokopedia sendiri menegaskan bahwa PHK tidak memengaruhi laba/rugi perusahaan maupun biaya layanan e-commerce yang diterima GOTO. Dari sisi non-keuangan, GOTO juga tidak memperkirakan adanya dampak material akibat berita ini.
Kabar PHK ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @ecommurz yang menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, hanya akan menyisakan sekitar 10 persen karyawan di awal Juli 2026.
TikTok kemudian memberikan penjelasan resmi bahwa mereka sedang melakukan penyesuaian organisasi di bidang riset dan pengembangan (R&D).
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata juru bicara TikTok.
Latar Belakang Akuisisi dan Restrukturisasi
Integrasi Tokopedia dengan TikTok merupakan bagian dari strategi ekspansi TikTok Shop di Indonesia. Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia bergabung membentuk GoTo pada 2021 dalam salah satu merger terbesar di industri teknologi Asia Tenggara.
Baca Juga:Diduga Akibat Kebocoran Gas Jelang Resepsi Pernikahan, Api Sambar Aula Desa Sukamanah MalangbongMenhaj Akan Naikkan Biaya Haji Mulai Tahun 2027
Namun, dinamika bisnis yang cepat berubah, termasuk persaingan ketat di sektor e-commerce, mendorong TikTok mengambil alih kendali mayoritas Tokopedia.
PHK massal ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi global, di mana perusahaan melakukan efisiensi biaya untuk menghadapi tekanan pertumbuhan dan profitabilitas.
Di Indonesia, Tokopedia dikenal sebagai salah satu platform e-commerce terbesar dengan jutaan penjual dan pengguna. Penyesuaian organisasi ini diyakini bertujuan untuk mengintegrasikan fitur TikTok Shop lebih dalam, seperti live streaming commerce, yang telah terbukti efektif meningkatkan konversi penjualan.
