BPBD Garut Catat Tujuh Bencana Sepanjang Juni 2026

Rumah Ambruk di Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. (Istimewa)
Rumah Ambruk di Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat tujuh kejadian bencana selama periode 1–30 Juni 2026. Jumlah tersebut dinilai menurun dibandingkan ketika musim hujan masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan tujuh kejadian tersebut terdiri atas dua bencana tanah longsor dan lima peristiwa cuaca ekstrem.

“Pada periode 1 hingga 30 Juni 2026, hanya ada tujuh bencana yang melanda Garut, di antaranya dua tanah longsor dan lima cuaca ekstrem,” katanya di Lapangan Sekretariat Daerah Garut, kemarin.

Baca Juga:Masa Jabatan Nurdin Yana Berakhir Oktober, DPRD Ungkap Kriteria Sekda Garut BerikutnyaGarut Siaga Kekeringan dan Karhutla, Sejumlah Kecamatan Jadi Prioritas

Menurut Aah, penurunan jumlah bencana terjadi setelah masa tanggap darurat berakhir dan Kabupaten Garut mulai memasuki musim kemarau. Sebelumnya, sebagian besar kejadian didominasi bencana hidrometeorologi basah akibat curah hujan tinggi.

“Jumlahnya menurun setelah masa tanggap darurat karena kita mulai memasuki musim kemarau. Kejadian sebelumnya banyak dipicu hujan atau termasuk bencana hidrometeorologi basah,” ungkapnya.

Meski jumlahnya menurun, tujuh kejadian tersebut tetap menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta fasilitas umum dan infrastruktur.

Sebanyak enam rumah terdampak, terdiri atas lima rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat. Selain itu, kerusakan terjadi pada satu titik jalan serta satu tembok penahan tanah irigasi.

“Untuk rumah ada enam yang terdampak, terdiri atas lima rumah rusak ringan dan satu rusak berat. Kemudian, ada satu titik jalan dan satu TPT irigasi yang terdampak,” kata Aah.

Kejadian bencana tersebut tersebar di enam kecamatan serta tujuh desa dan kelurahan. Sebanyak 19 orang dari tujuh keluarga tercatat terdampak, termasuk dua anak dan enam lansia.

“Ada sekitar 19 jiwa dari tujuh kepala keluarga yang terdampak. Di antaranya terdapat dua anak-anak dan enam lansia,” jelasnya.

Baca Juga:Pemkab Garut Siapkan Bantuan Rutilahu untuk 310 Rumah, Program Pusat Sasar 1.161 UnitSambut HUT RI Ke-81, Warga Perum BCI Bangun Lapangan Tok Tak secara Swadaya

Memasuki musim kemarau, BPBD mengingatkan masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.

“Imbauan sudah disampaikan melalui surat edaran kepada masyarakat. Selain itu, terdapat keputusan Gubernur Jawa Barat tentang status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (*)

0 Komentar