RADARGARUT– Ghaza Muhammad Al-Ghifari, atau yang dikenal sebagai GZ, peserta Ruangguru Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 11, resmi didiskualifikasi oleh panitia setelah muncul tuduhan keras sebagai pelaku pelecehan seksual di lingkungan kampusnya.
Kasus ini langsung menjadi sorotan publik, terutama di kalangan penonton game show yang mengikuti perjalanan para kontestan berbakat.
Menurut informasi yang beredar, tuduhan terhadap GZ pertama kali mencuat melalui unggahan akun X (Twitter) @cinnamonaww.
Baca Juga:BPBD Garut Siagakan Warga Hadapi Musim Kemarau Ekstrem 2026: Ancaman Kekeringan dan Karhutla MengintaiPT GoTo Lakukan Penyesuaian, PHK 90% karyawan
Akun tersebut membagikan tangkapan layar percakapan yang menyebut GZ telah melakukan pelecehan seksual terhadap banyak korban.
“Ini bukan fitnah, tapi dia memang pelaku pelecehan seksual, banyak korbannya. Karena kasus ini dia dicopot dari jabatan ketarunaannya di kampus,” bunyi salah satu pesan yang dikutip.
Netizen pun ramai mempertanyakan bagaimana GZ bisa lolos seleksi kompetisi meski memiliki latar belakang tersebut.
Ghaza Muhammad Al-Ghifari adalah mahasiswa Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD). Ia tercatat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cukup baik, yaitu 3,45. Sebagai peserta COC Season 3, GZ mewakili kampusnya di salah satu program kompetisi pengetahuan paling bergengsi yang diselenggarakan Ruangguru. Namun, setelah investigasi internal, panitia langsung mengambil sikap tegas.
Respons Cepat Panitia dan Kampus
Melalui pernyataan resmi via WhatsApp, pihak Ruangguru menyatakan bahwa Ghaza Muhammad Al-Ghifari telah dikeluarkan sepenuhnya dari program Clash of Champions Season 3. Seluruh hak, akses, benefit, dan fasilitas sebagai peserta dicabut.
“Peserta yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari Ruangguru Clash of Champions. Ia tidak akan terlibat dalam kegiatan promosi, publikasi, event, maupun aktivitas publik lainnya yang berkaitan dengan program,” tegas pihak penyelenggara.
Ruangguru juga berkomitmen melakukan penyesuaian editorial untuk membatasi kemunculan GZ di tayangan yang sudah direkam, sambil tetap menjaga integritas kompetisi dan keadilan bagi peserta lain.
Baca Juga:Pemerintah Masih Kaji Pelibatan Kantin Sekolah Dalam Program MBGOknum Brimob dan Prajurit TNI AL Terlibat Kasus Penyelundupan Narkoba Senilai 5 Miliyar
Sementara itu, pihak kampus PTDI-STTD telah menonaktifkan status mahasiswa GZ sebagai bentuk respons terhadap tuduhan tersebut.
Latar Belakang dan Dampak Lebih Luas
Kasus ini menyoroti pentingnya mekanisme penyaringan yang ketat dalam acara kompetisi yang melibatkan mahasiswa. Clash of Champions sendiri merupakan game show yang tidak hanya menguji pengetahuan akademik, tetapi juga menampilkan profil pribadi dan prestasi peserta.
