Kekurangan Personel, Damkar Garut Optimalkan Penugasan Pegawai Lintas SKPD

Mobil Pancar Damkar Pemberian dari Provinsi Jawa Barat. (Ale/Radar Garut)
Mobil Pancar Damkar Pemberian dari Provinsi Jawa Barat. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut memastikan pelayanan penanganan kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan meski jumlah personel masih terbatas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan kebutuhan tenaga tambahan mulai terbantu melalui penugasan pegawai dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain.

Skema penugasan tersebut dilakukan dengan dukungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menjaga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Rumah Lansia Duafa di Cisurupan Ambruk, DPRD Dorong Kolaborasi PendanaanPopulasi Domba Garut Capai 600 Ribu Ekor, Produksi Daging Disebut Surplus

“Insyaallah aman. Sekarang sudah dibantu dari teman-teman BKD melalui pola retribusi atau penugasan, sehingga ada pegawai dari SKPD lain yang ditugaskan ke Damkar,” kata Usep, kemarin.

Selain memanfaatkan tenaga dari SKPD lain, Damkar Garut turut mengoptimalkan peran Red Guard dalam membantu penanganan kebakaran.

Sebelumnya, menurut Usep, Red Guard lebih banyak dilibatkan dalam penanganan kebakaran berskala kecil, seperti kebakaran akibat kompor. Kini, mereka mulai dibekali pelatihan pemadaman untuk membantu tugas personel Damkar di lapangan.

“Biasanya Red Guard hanya menangani kebakaran kecil, misalnya kompor. Sekarang mereka juga kami latih untuk melakukan pemadaman seperti yang dilakukan petugas Damkar,” katanya.

Terkait rencana penambahan armada pada tahun depan, Usep mengakui Damkar Garut membutuhkan kendaraan operasional baru. Namun, penambahan armada harus disertai dengan ketersediaan personel yang mencukupi.

Dijelaskan Usep, satu unit mobil pemadam memerlukan enam petugas dalam setiap regu. Dengan pola kerja tiga shift, pengoperasian satu kendaraan baru membutuhkan sedikitnya 18 personel tambahan.

“Kalau ditambah unit, awaknya dari mana? Penambahan unit tidak otomatis memecahkan masalah karena satu unit membutuhkan enam orang. Dikalikan tiga shift berarti harus ada 18 personel baru. Itu juga menjadi tantangan,” jelasnya.

Baca Juga:Dinsos Garut Cari Penanganan Berkelanjutan untuk Mila, Peran Keluarga Dinilai PentingDisperindag Dorong Dapur MBG di Garut Serap Produk Lokal dan UMKM

Atas pertimbangan tersebut, kata Usep, Damkar Garut lebih memprioritaskan peremajaan armada. Kendaraan lama yang mengalami kerusakan akan digantikan dengan unit baru agar pelayanan tetap berjalan tanpa menambah beban kebutuhan personel secara signifikan.

“Paling kalau ada penambahan unit, kendaraan yang sudah rusak akan kami kandangkan dan diganti dengan unit yang baru,” katanya.

Saat ini, Damkar Kabupaten Garut memiliki 18 kendaraan operasional. Armada tersebut terdiri atas 12 mobil pancar, dua kendaraan penyelamatan, dua ambulans, dan dua kendaraan pemasok air.

0 Komentar