GARUT – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Garut mencatat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Juli mencapai Rp2,69 triliun. Bila dipersentasekan sekitar 64,34 persen dari total pagu sebesar Rp4,18 triliun.
Kepala KPPN Garut, Budi Lesmana, mengatakan total belanja yang telah terealisasi mencapai Rp2.691,73 miliar dari pagu Rp4.183,41 miliar. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sisa anggaran sekitar Rp1.491,68 miliar yang akan direalisasikan hingga akhir tahun.
“Sampai akhir Juli 2026, realisasi belanja APBN yang kami salurkan telah mencapai Rp2,69 triliun atau 64,34 persen dari total pagu Rp4,18 triliun. Jadi secara keseluruhan realisasinya sudah lebih dari 60 persen,” ujar Budi.
Baca Juga:HUT ke-81 RI, Remisi Jadi Kado Kemerdekaan bagi Warga Binaan Rutan dan Lapas GarutJalan Banjarwangi–Singajaya Dapat Kucuran Rp42 Miliar
Dari seluruh komponen belanja, jelas Budi, persentase penyaluran tertinggi tercatat pada Dana Desa, yang telah mencapai 77,19 persen. Dari pagu sebesar Rp154,86 miliar, realisasinya mencapai Rp119,53 miliar dengan sisa anggaran sekitar Rp35,33 miliar.
Selain itu, disampaikan Budi, penyerapan cukup tinggi juga terjadi pada Belanja Pegawai. Dari pagu Rp655,66 miliar, sebanyak Rp496,29 miliar telah terealisasi atau mencapai 68,84 persen. Sisa anggarannya tercatat sekitar Rp159,37 miliar.
“Kalau dilihat dari persentasenya, Dana Desa menjadi salah satu yang paling tinggi dengan realisasi 77,19 persen. Belanja Pegawai juga sudah cukup tinggi, yakni mencapai 68,84 persen,” jelas Budi.
Sementara dari sisi nominal, ungkap Budi, Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen dengan realisasi terbesar.
Hingga akhir Juli 2026, DAU telah tersalurkan sebesar Rp1.309,81 miliar atau 65,26 persen dari pagu Rp2.007,07 miliar, sehingga masih menyisakan sekitar Rp697,26 miliar.
Budi menyebut, realisasi sejumlah komponen lainnya juga terus bergerak memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026.
Adapun untuk Belanja Barang telah terealisasi Rp151,08 miliar atau 60,82 persen dari pagu Rp247,24 miliar.
Baca Juga:Muslimat NU Garut Perkuat Program Ekonomi, Pendidikan, Keagamaan, dan Kesehatan Periode 2026–2031Bupati Garut Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Menentukan Kualitas Pembangunan Daerah
Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik mencapai Rp548,16 miliar atau 55,72 persen dari alokasi Rp974,25 miliar.
Untuk Dana Bagi Hasil (DBH), sebut Budi, telah tersalurkan sebesar Rp60,70 miliar atau 48,51 persen dari total pagu Rp125,14 miliar.
“Untuk DAU secara nominal realisasinya paling besar, sudah mencapai sekitar Rp1,30 triliun. Kemudian DAK Nonfisik juga sudah terealisasi lebih dari Rp548 miliar, sementara DBH berada di kisaran Rp60,70 miliar,” sebutnya.
