Polemik Akun SIAP Piala Soeratin, Ketua Askab PSSI Garut Beri Penjelasan

Radar Garut
Ketua askab PSSI Garut, Amar Komarudin
0 Komentar

GARUT – Tim Tasik Raya menyampaikan kekecewaannya terhadap penerapan regulasi dalam kompetisi Piala Soeratin U-15. Persoalan administrasi, verifikasi akun kompetisi, hingga Daftar Susunan Pemain (DSP) menjadi sorotan manajemen karena dinilai menimbulkan ketidakjelasan menjelang pertandingan.

Manager Tasik Raya, Akbar mengungkapkan kekecewaannya karena pertandingan yang seharusnya berjalan pukul 10:00 WIB, justru molor hingga setengah jam lebih lantaran ketidakjelasan administrasi tim lawan yakni Persikotas.

Akbar mengatakan pihaknya telah menjalankan seluruh tahapan pendaftaran sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia. Pendaftaran dilakukan pada 4 Agustus, sehari sebelum batas akhir yang tercantum dalam regulasi, disertai pembayaran serta pengisian data pemain.

Baca Juga:Lili, 95 Tahun Menjaga Warisan Kemerdekaan81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kemerdekaan Sampai ke Tangan Rakyat?

“Kita sudah daftar tanggal 4 Agustus dan sudah bayar. Pemain juga sudah masuk dan lengkap 18 orang. Dalam regulasi, pendaftaran paling lambat tanggal 5 Agustus,” ujar Akbar.

Menurutnya, Tasik Raya juga telah menyelesaikan proses administrasi dan verifikasi akun kompetisi. Namun, ia mempertanyakan adanya kondisi berbeda yang terjadi pada peserta lain, khususnya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan verifikasi menjelang pertandingan.

Tasik Raya menilai penerapan regulasi seharusnya dilakukan secara konsisten kepada seluruh peserta. Salah satu aturan yang menjadi perhatian adalah ketentuan mengenai DSP, di mana pemain yang diturunkan harus tercantum dalam daftar tersebut.

“Di regulasi sudah jelas. Pemain yang masuk harus terdaftar di DSP. Kami sudah mengikuti aturan dan 90 menit sebelum pertandingan data sudah dilaporkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Tasik Raya tidak mempermasalahkan apabila seluruh keputusan pertandingan diambil berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan sejak awal. Namun, menurutnya, aturan harus diterapkan secara tegas dan sama kepada setiap tim.

“Kalau tidak ada di DSP, berarti kita mengikuti regulasi. Kalau memang aturannya begitu, ya kita menang WO,” tegasnya.

Kekecewaan Tasik Raya juga semakin besar karena tim telah melakukan berbagai persiapan, termasuk mengeluarkan biaya untuk akomodasi dan menginap sebelum pertandingan.

Baca Juga:Memutus Rantai: Ketika Seorang Ibu Memilih Tidak Mewariskan Pola Asuh yang Sama65 Persen Pemilih Garut pada 2029 Diprediksi Pemilih Pemula, Berpotensi Ubah Arah Kekuasaan

Manajemen menilai kondisi tersebut semestinya dapat diminimalkan apabila seluruh aspek administrasi kompetisi sudah dipastikan sejak awal.

“Kita pasti kecewa. Biaya juga sudah dikeluarkan, kita menginap dari kemarin. Ini juga menjadi pelajaran karena kompetisi ini resmi digelar oleh Asprov Jawa Barat, sehingga persiapannya harus lebih profesional,” imbuhnya.

0 Komentar