Kepala BGN Geram: 200-300 Ekor Ikan Dibiarkan di Suhu Ruang, Picu Keracunan Massal di Karo

(Disways)
Kepala BGN pantau kinerja SPPG (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengecam keras dugaan kelalaian dalam pengolahan bahan baku ikan yang menjadi penyebab insiden keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Berdasarkan investigasi sementara, sekitar 200 hingga 300 ekor ikan tidak disimpan di dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam atau lebih.

Pernyataan tegas itu disampaikan Mas Dar pada Minggu, 16 Agustus 2026, usai menjenguk korban yang dirawat di Rumah Sakit Haji Medan.

Baca Juga:Upah Kupas Bawang Rp700.000 per Kg? Buruh Pasar Legi Solo: “Nggak Mungkin, Itu Keliru”Libur Panjang 17 Agustus 2026, Naik Whoosh Cuma Rp8.800! Promo Spesial HUT RI ke-81 yang Wajib Kamu Buru

“Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Ada sekitar 200 sampai 300 ekor yang tidak masuk ke freezer, ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang,” kecam Mas Dar dengan tegas.

Insiden keracunan massal terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, saat siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi dan sekitarnya mengonsumsi paket MBG. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat jumlah korban mencapai 361 pelajar.

Sebanyak 270 orang menjalani rawat inap, sementara 89 lainnya mendapatkan pelayanan rawat jalan. Gejala yang dialami antara lain gatal di mulut dan kulit, sesak napas, mual, muntah, hingga nyeri perut. Menu yang disajikan saat itu meliputi gulai ikan dencis beserta sayur.

Salah satu korban mengalami kondisi lebih berat dan dirujuk ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Haji Medan. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, kondisinya dilaporkan mulai berangsur membaik, meski masih membutuhkan penanganan intensif.

“Kondisi di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik dibandingkan pertama kali masuk. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini,” kata Mas Dar.

0 Komentar