Lili, 95 Tahun Menjaga Warisan Kemerdekaan

Radar Garut
Lili, salah satu veteran yang menghadiri upacara HUT-81 RI, Warga Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut. (Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Di usianya yang kini menginjak 95 tahun, Lili menjadi salah satu saksi bisu sekaligus pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan di Kabupaten Garut.

Warga Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan ini merupakan satu-satunya veteran perang yang masih tersisa di desanya dari total 41 pejuang yang pernah mencatatkan nama dalam sejarah lokal.

​Kisah perjuangan Lili dimulai sejak usianya baru menginjak 15 tahun. Saat masa remaja tersebut, ia sudah memanggul senjata dan bergabung sebagai tentara rakyat di bawah komando Kapten Jauhari untuk mempertahankan tanah kelahirannya dari cengkeraman penjajah.

Baca Juga:81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kemerdekaan Sampai ke Tangan Rakyat?Memutus Rantai: Ketika Seorang Ibu Memilih Tidak Mewariskan Pola Asuh yang Sama

​Saat peristiwa bersejarah Hijrah Pasukan Siliwangi ke Yogyakarta meletus, Lili mendapat instruksi khusus untuk tidak berangkat ke Jawa Tengah.

Ia diminta tetap bertahan guna mengamankan wilayah Garut dari ancaman musuh.

​”Waktu itu pimpinan minta jangan ke mana-mana, jadi saya bertahan untuk mengamankan dan mempertahankan daerah Garut,” kenang H. Lili saat diwawancarai wartawan Radar Garut, Bentia.

​Sepanjang masa pengabdiannya dari tahun 1945 hingga 1950, Lili terlibat dalam berbagai pertempuran sengit, mulai dari masa pendudukan Jepang, Agresi Militer Belanda, hingga mempertahankan daerah dari gejolak keamanan lokal.

Wilayah Sukadana dan Karangpawitan menjadi saksi bisu pertempuran yang paling berkesan dalam ingatannya.

​Setelah masa perang usai dan kondisi nasional mulai kondusif memasuki era 1950-an, Lili tidak melanjutkan karir sebagai prajurit militer aktif.

Ia memilih kembali menjadi masyarakat biasa, namun tetap mengabdikan diri menjaga keamanan lingkungan melalui PD (Pertahanan Desa) dan OKD (Organisasi Keamanan Desa) cikal bakal organisasi Hansip (Pertahanan Sipil) saat ini.

Masa dinas aktifnya di keanggataan veteran tercatat berakhir pada tahun 1993.

Baca Juga:65 Persen Pemilih Garut pada 2029 Diprediksi Pemilih Pemula, Berpotensi Ubah Arah KekuasaanAtam, Pejuang yang Gugur di Leuwigoong Jejaknya yang Masih Dijaga Warga

​Di usia senjanya, Lili membagikan pesan mendalam bagi generasi muda. Ia menyebut keberadaannya hingga mencapai usia 95 tahun semata-mata merupakan karunia dan perlindungan dari Tuhan Almighty.

​Ia berharap generasi penerus dapat senantiasa bersyukur, menjaga keselamatan bangsa, serta terus merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan para pahlawan.(*)

0 Komentar